Bima (Suara NTB) – Aktivitas berburu kambing liar di kawasan puncak Gunung Sangeangapi berujung petaka. Seorang remaja bernama Kifen (18), warga Kabupaten Bima, dilaporkan hilang sejak Minggu pagi, 14 Desember 2025, saat melakukan pendakian bersama tiga rekannya.
Kepala Pos SAR Bima, M. Darwis, mengatakan laporan kehilangan baru diterima pada Senin, 15 Desember 2025. Begitu menerima informasi tersebut, tim SAR langsung menyiapkan personel dan peralatan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
“Laporan kami terima hari Senin. Setelah itu kami langsung melakukan koordinasi dan menyiapkan tim untuk turun ke lapangan,” ujar Darwis, Senin (15/12/2025).
Ia mengatakan, peristiwa ini bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 Wita. Kifen berangkat bersama tiga rekannya, yakni Aldin, Meri, dan Kafun, menuju puncak Gunung Sangeangapi dengan tujuan berburu kambing liar yang memang kerap ditemukan di kawasan tersebut. Rombongan tiba di lokasi peristirahatan bernama Karombo sekitar pukul 19.00 Wita dan memutuskan untuk bermalam di sana.
Keesokan harinya, Minggu, 14 Desember 2025, situasi mulai berubah. Pada pagi hari, Aldin dan Kifen memilih untuk mendaki lebih dulu menuju puncak gunung. Sementara itu, Meri dan Kafun masih berada di Karombo untuk memasak dan menyiapkan bekal sebelum menyusul.
“Sekitar pukul 08.00 Wita, Meri dan Kafun melanjutkan perjalanan ke arah puncak. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Aldin yang justru sudah turun kembali. Saat itu, Aldin tidak bersama Kifen. Meri dan Kafun sempat menunggu, namun hingga beberapa jam kemudian, Kifen tidak juga muncul di titik pertemuan yang telah disepakati sebelumnya,” jelasnya.
Kegelisahan mulai muncul ketika waktu terus berlalu tanpa kabar. Meri dan Kafun kemudian melakukan pencarian mandiri. Mereka menyusuri jalur pendakian, naik hingga ke puncak dan turun kembali ke lokasi awal tempat mereka bertemu Aldin. Upaya itu mereka lakukan berulang kali sepanjang Minggu siang hingga malam.
Pencarian Remaja Hilang di Gunung Sangeangapi Belum Membuahkan Hasil
Namun hingga Senin pagi, 15 Desember 2025 pukul 08.00 Wita, pencarian mandiri tersebut tidak membuahkan hasil. Kifen yang lahir pada 13 Maret 2007 itu belum juga ditemukan.
Darwis menegaskan, medan Gunung Sangeangapi cukup ekstrem dan membutuhkan kewaspadaan tinggi. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya pendaki dan pemburu, agar selalu memperhatikan keselamatan. Membawa perlengkapan memadai, serta tidak memisahkan diri dari rombongan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR masih melakulan langkah pencarian lanjutan dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat sekitar. Harapan keluarga dan warga setempat kini tertuju pada upaya pencarian agar Kifen dapat segera ditemukan. (hir)


