spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAWujudkan Sumbawa Hijau Lestari, Gerakan Tanam Pohon Serentak Dimulai

Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari, Gerakan Tanam Pohon Serentak Dimulai

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memulai gerakan tanam pohon serentak dalam mewujudkan Sumbawa hijau lestari yang tersebar di bebarapa tempat yang memiliki kategori sangat kritis, kritis, dan lahan potensi kritis.

“Gerakan Sumbawa menanam akan kita mulai Selasa (16/12/2025) di tiga lokasi utama yakni Beringin Sila, lokasi pacuan kuda, dan kawasan Bara Batu,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Ia melanjutkan, di kawasan Beringin Sila, Kecamatan Utan, pemerintah akan menanam sebanyak 5.000 bibit kemiri di areal tanam seluas 50 hektare. Lokasi ini sangat krusial, sebab areal zona tangkapan air di Beringin Sila dalam keadaan kering dan tandus.

“Penanaman di Beringin Sila menjadi atensi, karena kondisi saat ini cukup memprihatinkan dan mengancam Bendungan Beringin Sila untuk menjaga sumber mata air masyarakat,” ucapnya.

Bupati Jarot melanjutkan, di lokasi kedua di arena pacuan kuda Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir seluas tiga hektare. Di lokasi ini nantinya akan ditanami 500 bibit jambu kristal dan mangga yang memiliki nilai ekonomis dan bisa dipanen oleh masyarakat.

“Sengaja kita tanam jambu kristal dan mangga agar masyarakat di sekitar lokasi bisa menjaga sekaligus memanfatkan hasil perkebunan yang mereka rawat tersebut,” ujarnya.

Sedangkan di lokasi tiga berada di Kawasan Bara Batu, Dusun Kapas Sari, Kecamatan Moyo Hilir. Di lokasi dengan luas lahan 30 hektare tersebut nantinya akan ditanami 12.000 bibit sengon karena berada di pinggir gunung.

“Kedua lokasi ini akan melibatkan seluruh karyawan OPD, Polri, TNI, dan masyarakat Moyo Hilir. Kami berharap agar masyarakat setempat bisa merawat dan menjaga tanaman tersebut,” tambahnya.

Program ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup sekaligus menjawab tantangan kerusakan hutan dan degradasi lahan. Gerakan penanaman pohon serentak ini menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, pengendali tata air, serta pelindung ekosistem alam.

“Kami menegaskan pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang,” timpalnya.

Penaman pohon dilakukan secara serentak sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian kolektif terhadap alam. Gerakan ini akan melibatkan jajaran Forkompinda Kabupaten Sumbawa, pasukan TNI dari Dandim dan Batalyon TP, Kepolisian Resor Sumbawa, serta seluruh Aparatur Sipil Negara dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Gerakan penanaman pohon serentak lanjut Bupati Jarot tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi sebagai awal dari gerakan berkelanjutan dalam membangun budaya cinta lingkungan di tengah masyarakat. Menanam pohon berarti menanam harapan, menjaga kehidupan, serta mewariskan alam yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Saat ini, hutan sangat kritis dan kritis di Sumbawa mencapai 51.434 hektare. Tersebar di 91 desa, hutan potensial kritis seluas 131.000 hektare tersebar di 95 desa. Sedangkan Kawasan Non-Hutan Kritis seluas 41.000 hektare,” ujarnya.

Bupati menambahkan, untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan kritis tersebut diperlukan jumlah pohon sebanyak 51 juta pohon. Artinya, untuk kebutuhan bibit diperlukan sekitar 54 juta bibit. “Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mulai menanam, menjaga dan merawat hutan, lingkungan dan sumber daya air Sumbawa,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO