Bima (suarantb.com) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kabupaten Bima optimistis jumlah kunjungan perpustakaan pada tahun 2025 akan melampaui capaian tahun sebelumnya. Optimisme ini muncul seiring tren kunjungan yang terus bergerak positif hingga triwulan kedua tahun 2025.
Sekretaris DPK Kabupaten Bima, Basyirun, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa hingga akhir triwulan kedua 2025, jumlah pengunjung perpustakaan tercatat mendekati 3.000 orang. Angka tersebut masih bersifat sementara karena laporan kunjungan triwulan ketiga dan keempat belum direkap secara keseluruhan.
“Untuk triwulan satu dan dua 2025, jumlah pengunjung kurang lebih sudah mencapai 3.000 kurang lebih. Triwulan tiga dan empat masih menunggu laporan,” ujarnya saat ditemui di Kantornya pada Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 lalu, total kunjungan perpustakaan di Kabupaten Bima tercatat lebih dari 9.000 pengunjung. Dengan tren kunjungan yang mulai stabil sejak awal 2025, pihaknya yakin angka tersebut dapat terlampaui pada akhir tahun ini.
“Kami cukup optimistis. Kalau nanti digabung dengan data triwulan tiga dan empat, insyaallah jumlah pengunjung 2025 bisa lebih tinggi dibandingkan 2024 kemarin,” katanya.
Basyirun menegaskan, perhitungan jumlah pengunjung tidak hanya bersumber dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima. DPK juga mengakumulasi data kunjungan dari jaringan perpustakaan yang tersebar di tingkat kecamatan hingga desa.
“Yang kami hitung bukan hanya pengunjung di perpustakaan daerah saja, tapi juga pengunjung perpustakaan kecamatan dan desa. Jadi ini gambaran minat baca masyarakat Kabupaten Bima secara menyeluruh,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan ke perpustakaan tidak lepas dari berbagai upaya yang terus dilakukan DPK. Mulai dari pembenahan layanan, penyediaan koleksi bacaan yang lebih variatif, hingga mendorong peran perpustakaan desa sebagai pusat literasi masyarakat.
“Perpustakaan sekarang tidak hanya tempat membaca, tapi juga ruang belajar, diskusi, dan penguatan literasi masyarakat. Ini yang terus kami dorong, terutama di desa-desa,” ujarnya.
Ia juga menyebut, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan budaya literasi. Dengan kolaborasi yang kuat, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan informasi di era digital.
DPK Kabupaten Bima menargetkan, hingga akhir 2025, perpustakaan tidak hanya mencatat peningkatan angka kunjungan, tetapi juga kualitas pemanfaatan layanan. Basyirun berharap masyarakat semakin menjadikan perpustakaan sebagai ruang produktif untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.
“Harapan kami sederhana, minat baca tumbuh, literasi meningkat, dan perpustakaan benar-benar hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (hir)


