Dompu (suarantb.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu lakukan vaksinasi PMK dan pemberian vitamin ternak Masyarakat di Kawasan padang pengembalaan ternak Doroncanga Dompu. Aksi itu untuk menindaklanjuti laporan petani ternak adanya sejumlah sapi yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Laporan petani ternak Doroncanga bahwa diduga ada kasus PMK, sudah kami tindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan dan vaksinasi PMK serta pemberian vitamin ternak di Kawasan padang pengembalaan ternak Doroncanga Selasa (16/12/2025) kemarin,” kata Kepala Disnakeswan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, M.Si kepada media ini, Rabu (17/12/2025).
Sebanyak 92 ekor ternak sapi yang berhasil ditangani dan diberikan vaksinasi PMK. Saat tim turun, sedang hujan sehingga banyak sapi tidak banyak masuk kendang. “Pelayanan pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan tetap dilakukan,” ungkapnya.
Abduh mengakui, stok obat dan vitamin untuk ternak masih terbatas dimiliki pihaknya. Vaksin dan obat-obatan sejauh ini didukung pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat. “Kita akan terus mengajukan tambahan obat-obatan, dan vaksin, sehingga semua ternak di Dompu dapat terlayani,” ungkapnya.
Abduh pun mengakui, temuan kasus diduga PMK pada sapi petani di padang pengembalaan ternak masih terkendali. Namun pihaknya meminta kepada petani ternak untuk tetap mengontrol ternaknya dengan memisahkan sapi yang sakit dari sapi yang sehat. Sehingga virusnya tidak menyebar ke ternak lain. “Sapi yang sakit kita obati. Yang sehat kita berikan vaksin, agar kekebalan tubuhnya semakin baik,” harapnya.
Jumlah populasi ternak di Dompu hingga saat ini mencapai 164.166 ekor sapi. Sementara kerbau ada 16.789 ekor, kambing 50.170 ekor, babi 5.034 ekor, dan domba 57 ekor. Hewan-hewan ini rentang terjangkit PMK. Namun sejauh ini, ternak sapi yang paling banyak ditemukan terjangkit PMK di Dompu. (ula)



