spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBelum Setahun Memimpin Lobar, Bupati LAZ-Wabup UNA Wujudkan Swasembada Hasil Panen Padi...

Belum Setahun Memimpin Lobar, Bupati LAZ-Wabup UNA Wujudkan Swasembada Hasil Panen Padi dan Tingkatkan NTP Petani

Giri Menang (suarantb.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam hal ini Bupati H. Lalu Ahmad Zaini bersama Wabup Hj Nurul Adha belum setahun menjabat, tetapi telah berhasil mewujudkan swasembada sektor pertanian. Melalui program intervensi yang dilakukan Dinas Pertanian, mampu surplus produksi hasil panen padi. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat.

Kepala Dinas Pertanian Lobar, Hj. Damayanti Widyaningrum yang dikonfirmasi media, mengatakan bahwa produksi padi tahun 2025 meningkat 9,87 persen. Di mana tahun 2024 produksi padi mencapai 148.036 ton. “Tahun 2025 ini berdasarkan angka sementara BPS yaitu sebesar 162.653 ton. Jadi terjadi peningkatan sebesar 14.617 atau kurang lebih 9,87 persen,” kata Damayanti, Rabu (17/12/2025).

Selain itu dari luas areal tanam juga meningkat, dari tahun 2024 seluas 24.860 hektare tahun ini berdasarkan angka sementara BPS mencapai 25.361 hektare. “Terjadi penambahan sekitar 501 hektare, atau 2,02 persen,” terangnya.

Penambahan luas panen ini terjadi karena program optimasi Lahan. Secara otomatis dengan luas tanam meningkat, tentunya hasil produksi panen pun meningkat.

“Alhamdulillah kita surplus (swasembada) tahun 2025 ini, padhal belum satu tahun kepemimpinan Bapak Bupati dan ibu Wabup, sudah kelihatan hasil kerja nyata di Lobar, khusus di sektor pertanian,” terangnya.

Dengan meningkatnya hasil produksi padi, berpengaruh positif terhadap NTP. Di mana dari data sementara BPS, pada periode yang sama di bulan November tahun 2024 NTP mencapai 122,31 terjadi kenaikan pada tahun ini menjadi 125,38.

“Ini hasil data sementara dari BPS, terjadi peningkatan NTP 3,07. Jadi ada peningkatan 2,5 persen,” sebutnya.

Ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Lobar, belum setahun menjabat, bisa menunjukkan hasil nyata untuk kesejahteraan petani dibuktikan dengan NTP yang meningkat. Sebab semakin tinggi NTP, artinya kesejahteraan petani meningkat.

Selain itu, capaian peningkatan sektor pertanian ini dipengaruhi oleh program diantaranya penurunan harga pupuk, bibit berlabel, bantuan obat-obatan, bantuan alat dan mesin atau alsintan pra serta pasca panen dari Dinas. “Pengaruhnya sangat besar sekali pada peningkatan NTP petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun depan ditargetkan peningkatan hasil pertanian, melalui berbagai inovasi yang akan lebih ditingkatkan lagi maupun inovasi baru lainnya. Terlebih ada program dari Pusat, yakni optmasi lahan, irigasi perpompaan, menanam padi di tegakan dan tanaman perkebunan. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO