spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURWabup Lotim Pastikan Semua Warga Miskin Ekstrem Tersentuh Bansos

Wabup Lotim Pastikan Semua Warga Miskin Ekstrem Tersentuh Bansos

Selong (suarantb.com) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, memastikan seluruh warga miskin ekstrem di kabupaten setempat, yang mencapai 3,2 persen dari populasi, akan menerima bantuan sosial (bansos). Terbaru dialokasikani anggaran sebesar Rp4 miliar yang berada di Dinas Perdagangan telah disiapkan untuk penyaluran tersebut. Secara simbolis, Wabup menyerahkan bantuan berupa beras, minyak goreng dan mie instan ke puluhan warga Bandok Kecamatan Wanasaba, Kamis (18/12/2025).

“Kita salurkan di akhir tahun dalam rangka antisipasi kondisi hidrometeorologi,” ujar Edwin Hadiwijaya, menjelaskan alasan waktu penyaluran.

Penentuan penerima bansos, menurut Wabup, merujuk pada data terpilah dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilai paling akurat. Data tersebut menunjukkan sebanyak 15.405 Kepala Keluarga (KK) masuk dalam kategori miskin ekstrem di Lotim.

Edwin menyadari beragamnya program bantuan yang sudah berjalan, seperti Bantuan Pangan dari Bulog dan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, ia menekankan bahwa kelompok miskin ekstrem membutuhkan perhatian khusus agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Pertanyaannya, apakah tidak terlalu memanjakan? Kalau di Bulog itu untuk pengendalian inflasi. Tapi masyarakat miskin ekstrem ini kan tidak cukup juga,” katanya.

“Kuncinya di pengentasan kemiskinan ekstrem adalah pendampingan. Ketika kita beri bantuan modal dan pembinaan, bahan pangan mereka harus tetap ada, agar modalnya tidak terpaksa dibelikan untuk makan,” jelas Edwin.

Strategi serupa, menurutnya, akan diterapkan pada program “Desa Berdaya” dari Pemerintah Provinsi pada tahun 2024, di mana Lotim mendapatkan tujuh desa sasaran. Program pendampingan dengan jaminan pangan ini direncanakan akan berlanjut hingga tahun 2025 dan 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengatasi kemiskinan ekstrem sekaligus mengantisipasi inflasi.

“Tiga tahun itu, suplai (bahan pokok) mereka harus tetap terus. 2025 dan 2026 juga akan berlanjut program seperti ini, tetap dalam rangka mengantisipasi dan menjaga inflasi,” pungkas Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya.

Diakui, awal tahun 2025 lalu Pemkab Lotim juga melakukan yang sama dengan menyalurkan sembako. Tujuan waktu itu bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Penyaluran bantuan dengan alokasi anggaran lebih besR waktu itu fokus pengendalian inflasi. Sementara untuk Rp 4 miliar diakhir tahun 2025 ini agar warga miskin tidak makin miskin di tengah bencana hidrometeorologi. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO