spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMADLH Kota Bima Tata Taman Median Jalan

DLH Kota Bima Tata Taman Median Jalan

Kota Bima (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima terus membenahi wajah kota melalui penataan taman median jalan di sejumlah titik strategis. Upaya ini tidak sekadar mengejar keindahan visual, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, baik siang maupun malam hari.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Syahrial Nuryadin, menjelaskan penataan median jalan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. DLH memilih titik-titik yang memiliki mobilitas tinggi dan berperan penting sebagai wajah kota.

“Kami menata taman median jalan secara pelan tapi pasti. Fokus kami bukan hanya memperindah, tetapi memastikan ruang jalan lebih nyaman, aman, dan fungsional bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Sejumlah lokasi yang menjadi prioritas penataan antara lain kawasan Amahami, Paruga Na’e, serta koridor utama Soekarno Hatta–Gatot Subroto. Di kawasan tersebut, DLH melakukan perapihan tanaman, penambahan elemen hijau, serta pemeliharaan rutin agar median jalan tetap rapi dan tertata.

Menurut Syahrial, taman median jalan memiliki peran penting dalam tata kota modern. Selain memperkuat estetika, keberadaan ruang hijau di tengah jalan membantu menyerap polusi udara, menurunkan suhu lingkungan, dan menciptakan suasana berkendara yang lebih nyaman. Pada malam hari, median yang tertata juga meningkatkan visibilitas dan rasa aman bagi pengguna jalan.

“Kota yang tertata baik memberi dampak langsung pada perilaku dan kenyamanan warganya. Jalan yang rapi dan hijau membuat orang lebih betah dan lebih berhati-hati saat berkendara,” katanya.

Ia menegaskan, penataan median jalan bukan proyek seremonial atau kegiatan sesaat. DLH berkomitmen menjaga keberlanjutan program dengan melakukan perawatan rutin agar tanaman tidak dibiarkan rusak atau mati. DLH juga terus mengevaluasi titik-titik lain yang membutuhkan penataan serupa.

Namun demikian, Syahrial menekankan bahwa keberhasilan penataan ruang kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Ia mengajak masyarakat ikut menjaga taman median jalan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, serta menghormati fasilitas umum yang sudah disediakan.

“Kalau pemerintah menata, masyarakat menjaga. Itu kunci agar hasilnya bertahan lama dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

DLH Kota Bima berharap langkah penataan ini dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya ruang terbuka hijau di tengah kota. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bima diharapkan tumbuh sebagai kota yang bersih, indah, dan nyaman, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO