spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEEmpat Kecamatan di NTB Dikepung Banjir, Dua Jembatan Rusak, Ratusan Warga Terdampak

Empat Kecamatan di NTB Dikepung Banjir, Dua Jembatan Rusak, Ratusan Warga Terdampak


Mataram (Suara NTB) – Empat kecamatan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yaitu Kecamatan Lembar, Kecamatan Sekotong, serta Kecamatan Labuapi terendam banjir. Banjir juga menerjang satu kecamatan di Lombok Tengah, yaitu Kecamatan Pujut.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi mengatakan banjir terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi di kedua Kabupaten tersebut, khususnya kecamatan yang terdampak banjir.


Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan peningkatan debit air sungai serta genangan di sejumlah wilayah, sehingga menimbulkan banjir dan berdampak pada infrastruktur serta aktivitas masyarakat, ujarnya, Minggu, 28 Desember 2025.


Akibatnya, banjir yang menerjang Lobar menyebabkan dua unit jembatan mengalami rusak parah di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar. Banjir juga menyebabkan jalan tergenang air, hingga mengganggu akses transportasi dan mobilitas masyarakat. Sementara, di dua kecamatan lainnya masih dalam tahap pengecekan oleh tim BPBD NTB.


Di Lombok Tengah, banjir yang menerjang lima dusun, tepatnya di Dusun Awang Balak 1, Dusun Awang Balak 2, Dusun Awang Balak 3, Dusun Awang Kebon, dan Dusun Awang Asam mengakibatkan 386 keluarga terdampak. Dengan rincian Dusun Awang Balak 1 100 KK, Dusun Awang Balak 2 100 KK, Dusun Awang Balak 100 KK, Dusun Awang Kebon 50 KK, dan Dusun Awang Asam 36 KK.


Adanya kondisi ini, BPBD NTB mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir, perairan, serta daerah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Masyarakat juga harus terus memantau informasi cuaca resmi dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang, kata Ahmadi.


Saat ini, sebagian besar wilayah NTB saat ini telah memasuki periode musim hujan, sementara sebagian kecil wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan musim. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.


Berdasarkan pemantauan terkini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi dalam 10 hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi aliran air guna mengantisipasi kemungkinan banjir.


Selain itu, keberadaan bibit siklon 96S yang terpantau di Samudra Hindia bagian selatan NTB turut memengaruhi dinamika cuaca di wilayah tersebut. Bibit siklon ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan, angin kencang, serta gelombang laut yang cukup signifikan.

BMKG mencatat, tinggi gelombang di Perairan Selatan Pulau Lombok berpotensi berada pada kategori sedang, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, di wilayah Samudra Hindia selatan NTB, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai kategori tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. (era)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO