spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMSistem Pemasaran Jadi Kelemahan Produk UKM Kota Mataram

Sistem Pemasaran Jadi Kelemahan Produk UKM Kota Mataram

 

Mataram (Suara NTB) – Kualitasi produk kerajinan pelaku usaha kecil menengah di Kota Mataram, tidak kalah saing dengan hasil kerajinan di Pulau Jawa maupun Pulau Bali. Lemahnya sistem pemasaran serta pelabelan produk olahan menjadi tantangan.


Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, Jimmy Nelwan menerangkan, hasil produk pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Mataram memiliki kualitas yang mampu menembus pasar internasional. Salah satunya adalah kerajinan emas mutiara,cukli, dan lain sebagainya. Produk ini dilahirkan dari kreatifitas perajin di Rungkang Jangkok, Kelurahan Sayang-sayang dan Sekarbela.


Akan tetapi, lemahnya sistem pemasaran dan pelabelan produk menjadi pekerjaan rumah atau tantangan yang harus dicarikan solusi. Saya sadari branding dan pemasaran ini masih jadi PR, terang Jimmy dikonfirmasi pekan kemarin.


Media sosial dinilai bisa menjadi peluang bagi UKM untuk memasaran produk mereka. Pihaknya akan menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran, pelabelan, dan lain sebagainya. Termasuk lanjut Jimmy, memanfaatkan halaman kantor Disperinkop sebagai tempat pameran produk UMKM di Kota Mataram. Saya ingin seperti di Blok M Jakarta. Jadi semua produk UMKM ditampilkan di sana, jelasnya.


Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram, melihat potensi hasil kerajinan di Kota Mataram cukup besar dan diyakini mampu menembus pasar internasional.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB, untuk mencari relasi serta solusi tentang sistem pemasaran produk ke luar negeri. Menurut dia, peluang ini harus dimaksimalkan agar produk olahan dari Kota Mataram mendunia. Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi UMK Provinsi NTB, gimana caranya supaya bisa ekspor ke luar negeri, jelasnya.


Di satu sisi, perajin juga harus mengembangkan kemampuan mereka serta mencari inspirasi dan mempertahankan kualitas produk. Selama ini kata dia, pelaku UMKM sulit konsisten mempertahankan kualitas sehingga pelanggan cendrung mencari alternatif kerajinan lainnya. (cem)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO