Dompu (Suara NTB) – Pendakian ke Gunung Tambora untuk sementara ditutup mulai Minggu, 28 Desember hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan jalur pendakian akibat cuaca buruk.
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, S.Pi., M.Si., saat dihubungi, Minggu, 28 Desember 2025 membenarkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Tambora.
Dari empat jalur pendakian yaitu Pancasila dan Doroncanga Kabupaten Dompu. Jalur Piong dan Kawinda Toi Kabupaten Bima, semuanya ditutup untuk sementara. “Penutupan sementara berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG Bima,” ungkapnya.
Perkiraan ini, lanjut Abdul Azis, sejalan dengan penjelasan petugas dan keterangan para pendaki yang menyebut banyak pohon tumbang di jalur pendakian. “Ini sangat membahayakan bagi pendaki,” katanya.
Selama penutupan jalur pendakian, petugas tetap diminta melakukan penjagaan di jalur resmi yang selama ini dilalui pendaki melakukan pendakian. Apalagi saat ini sedang masa liburan sekolah dan libur panjang akhir tahun. Dikhawatirkan akan banyak pendaki tetap ingin melakukan pendakian.
“Kita sudah keluarkan peringatan ini, termasuk kepada porter atau mereka yang biasa membawa tamu mendaki tambora,” jelasnya.
Taman Nasional Gunung Tambora merupakan objek wisata dengan minat khusus. Gunung Tambora terkenal dengan letusan dahsyatnya tahun 1815 yang menyebabkan gunung setinggi 4.300 mdpl, kini tinggal setinggi 2.851 mdpl dan membentuk kaldera berdiameter sekitar 7 km, serta kedalaman 800 meter.
Letusan Gunung Tambora ini dicatat sebagai letusan terbesar dalam sejarah. Karena sejarahnya ini, Gunung Tambora memiliki daya Tarik tersendiri. Keindahan alam yang unik, jalur pendakian yang menantang, serta flora dan fauna yang beragam.
Dari empat jalur pendakian, jalur Pancasila Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu menjadi jalur yang paling diminati pendaki untuk menuju puncak Tambora. Diikuti jalur Piong dan Kawinda Toi Kabupaten Bima. Diikuti jalur Doroncanga Kabupaten Dompu. Jalur Doroncanga bisa menggunakan mobil offroad hingga pos 3 dan lanjut dengan jalan kaki sekitar 2 jam menuju puncak. (ula)



