spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATRSUD Tripat Buka Sejumlah Layanan Baru

RSUD Tripat Buka Sejumlah Layanan Baru

Giri Menang Suara (Suara NTB)  – Jumlah pasien di RSUD Tripat Gerung Lombok Barat (Lobar) menembus 150 ribu sepanjang tahun ini. Angka ini meningkat sekitar 10 persen dari tahun lalu. Pihak RSUD pun terus berbenah meningkatkan pelayanan dengan membuka layanan-layanan baru. Tahun ini dan tahun depan, dibuka sejumlah layanan yang diharapkan mendongkrak kunjungan pasien, yakni pelayanan Cathlab atau kateterisasi jantung serta kangker.

Hal ini diungkapkan Direktur RSUD dr. H. Suriyadi Sp. An., bersama Wadir Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM Baiq Halimah dalam silaturahmi dengan awak media di Aula RSUD, Sabtu, 27 Desember

Direktur RSUD menyebutkan, jumlah pasien rawat jalan mencapai 300-400 orang per hari. Sedangkan pasien rawat inap bisa mencapai 60 orang. Jika dirata-rata  per bulan,  jumlah pasien bisa mencapai 15 ribuan.

“Total (pasien) yang sekarang ini kita pada angka 140 pada November, pada Desember ini bisa mencapai 150 ribu dalam setahun ini,”kata dia.

Dibanding tahun lalu, peningkatannya sekitar 10 persen. Dengan jumlah Pasien ini, sejauh ini bisa terlayani di RS. Namun jika diberlakukan KRIS atau Kelas Rawat Inap Standar secara saklek, maka bisa berkurang jumlah pasien yang bisa dilayani.

Ke depan RSUD akan menerapkan Kris, kelas ranap standar ini berisi 4 tempat tidur maksimal dengan satu kamar mandi. Karena itulah, pihaknya berupaya menambah ruangan baru untuk memenuhi kebutuhan KRIS atau kelas rawat inap standar ini. “Makanya kami lebih cepat nambah ruangan dengan KRIS, memang butuh biaya besar untuk nambah ruangan ini”ujarnya.

Tahun depan, kata dia, pihaknya mendapat DAK untuk pembangunan NICU senilai Rp1,2 miliar. Ditambah lagi ruang Kris untuk maternal senilai Rp3,1 miliar dari DBHCHT. “Itu semua untuk memperbesar kapasitas kita, supaya kita tidak turun,”imbuhnya.

Sepanjang tahun ini lanjut dia, pihaknya juga membuka layanan baru seperti Cathlab dan pelayanan kanker.

Di mana RSUD Tripat dibantu sejumlah peralatan kesehatan atau alkes senilai puluhan miliar. Alkes itu meliputi, Cathlab, CT Scan 64 Slices, Mammografi, dan Cytotoxic Drugs Cabinet. Bantuan ini diperoleh karena RSUD Tripat ditetapkan sebagai lokus prioritas oleh Kementerian Kesehatan untuk beberapa program nasional, termasuk penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).

Pihak rumah sakit juga terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pengadaan sejumlah dokter spesialis.”Terutama kita menyiapkan layanan dokter spesialis yang tidak ada di NTB, sehingga menjadi satu-satunya di NTB dan ada di RSUD Tripat Lombok Barat, sehingga rumah yang lain merujuk ke kita,”paparnya.

Ia menyebutkan, saat ini RSUD Tripat telah memiliki sejumlah layanan spesialis prioritas seperti bedah saraf, urologi, kandungan, anak, serta penanganan kasus kegawatdaruratan yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.

Rumah sakit ini juga sedang menunggu penetapan resmi sebagai rumah sakit pendidikan.”Fasilitas kita untuk menjadi rumah sakit pendidikan sudah siap sudah memadai, tinggal menunggu penetapan dari Kementerian Kesehatan,”tegasnya.

Sementara itu dari segi layanan komunikasi, pihaknya juga menekankan pentingnya kesamaan bahasa antara manajemen rumah sakit dan media agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Pola komunikasi dan bahasa yang dipakai ini tentu perlu kita samakan, karena bahasa yang kami gunakan di rumah sakit mungkin berbeda dengan bahasa yang digunakan di media sehingga mudah disampaikan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM RSUD Patut Patuh Patju, Baiq Halimah, menambahkan rumah sakit juga terus berupaya mengembangkan layanan di luar BPJS untuk menopang keberlanjutan operasional. Sejauh ini terdapat 24 poliklinik rawat jalan yang telah dibuka di RSUD, terbaru unit Hemodialisis. Pihak RSUD mengembangkan layanan MCU, layanan kesehatan jamaah haji dan umrah, kerja sama dengan perusahaan, serta kegiatan sosial medis bekerja sama dengan dokter luar negeri.

Untuk ke depannya, pola komunikasi di internal rumah sakit akan diperbaiki, dengan melakukan beberapa kegiatan yang melibatkan pegawai rumah sakit dan awak media yang nantinya sebagai narasumber memberikan pemahaman cara menulis dan menyampaikan pesan kepada masyarakat. “Ke depannya akan kita lakukan dalam bentuk workshop untuk pegawai RSUD dan media sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut,”ujarnya.

Humas RSUD Tripat, Baiq Dewi Septemi Abdiana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih terbuka dan berimbang antara manajemen rumah sakit dengan insan pers, sekaligus menjembatani informasi agar mudah dipahami masyarakat. Karena RSUD Tripat memiliki berbagai kanal media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO