spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBMasih Dihadapkan Administrasi Lamban

Masih Dihadapkan Administrasi Lamban

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal menjanjikan warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur untuk mengadakan jembatan bailey. Pembangunan jembatan pengganti ini menyusul rusaknya jembatan di desa tersebut akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu.

Meski sudah dijanjikan sejak awal Desember lalu, hingga kini pengadaan jembatan bailey senilai Rp800 juta itu belum ada wujudnya. Karena itu, warga terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu, sebagai akses mobilitas warga sehari-hari.

Menanggapi janji jembatan bailey yang tidak kunjung terealisasi, Iqbal membenarkan masalah administrasi menjadi pemicu lambannya bantuan pemerintah ke masyarakat itu. Menurutnya, pihaknya sudah menandatangani anggaran pengadaan jembatan darurat tersebut sejak bulan lalu.

“Pasti bakal dipasang, anggarannya sudah saya tandatangani dari sebulan lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), Senin, 29 Desember 2025.

Dia mengatakan, jembatan bailey itu kini sudah tersedia. Hanya saja belum dibawa ke lokasi untuk pemasangannya. Dalam beberapa waktu ke depan, Mantan Dubes RI untuk Turki itu memastikan akan segera memasang jembatan darurat untuk masyarakat.

“Itu problemnya hanya tinggal penggerakan, jembatan baileynya sudah siap, segera kita akan gerakkan ke sana. Masalahnya hanya administratif saja,” katanya.

Lamanya pembangunan jembatan bailey di Desa Perigi, warga memilih untuk membangun jembatan darurat menggunakan bambu. Jembatan yang ambruk pada November lalu itu menjadi satu-satunya akses mobilitas warga. Untuk itu, mereka memilih membangun jembatan darurat, sembari menunggu realisasi jembatan yang dijanjikan oleh Gubernur Iqbal tersebut.

Jembatan yang rusak itu bukan sekadar penghubung biasa. Jembatan itu menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya. Serta menjadi jalur utama bagi anak-anak sekolah, guru, hingga warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Tak hanya itu jembatan tersebut merupakan akses vital pengangkutan hasil pertanian warga. Mulai dari jagung, srikaya, hingga komoditas lainnya. Dalam setahun nilai perputaran ekonomi dari jalur ini disebut mencapai miliaran rupiah.

“Mudah-mudahan besok atau lusa segera dibuatkan oleh pemerintah. Itu harapan kita,” ujar salah seorang warga Dusun Aik Beta, Sidik.  (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO