spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBDorong Pendekatan “Women Center”

Dorong Pendekatan “Women Center”

Mataram (Suara NTB) – Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit (RS) Mutiara Sukma. Penggantian nama ini menyebabkan RS tidak hanya menangani masalah kejiwaan, tetapi juga permasalahan umum yang kerap dihadapi masyarakat.

Salah satunya yang banyak ditemukan akhir-akhir ini adalah kasus baby blues, yaitu sindrom sementara berupa kesedihan, perubahan suasana hati, kecemasan, dan mudah marah yang dialami ibu baru setelah melahirkan.

Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Hj. Wiwin Nurhasida mengatakan pihaknya mendorong RS Mutiara Sukma menjadi Rumah Sakit Pusat Wanita atau “Women Center”. Ke depannya, RS Mutiara Sukma tidak hanya menangani kasus “baby blues”, tetapi juga permasalahan lain seperti Gamofobia, yaitu ketakutan berlebih untuk menjalin komitmen dan menikah.

“Misalnya nih, sekarang kan kita dengar nih, kita sering dengar ibu-ibu yang habis melahirkan baby blues syndrome, itu akan kita tangkap sebagai pelayanan yang akan kita berikan kepada masyarakat. Ke depannya bahwa pendekatan woman center itu dikemas dengan wellness hospital dan kesehatan jiwa,” ujarnya, Senin, 29 Desember 2025.

Menurutnya, dua permasalahan seperti “baby blues” dan Gamofobia menjadi masalah yang harus segera mendapatkan penanganan. Merebaknya fenomena ini mengharuskan layanan kesehatan jiwa membutuhkan kemasan yang lebih luas. “Lebih menarik lagi, pendekatannya disesuaikan dengan kondisi saat ini,” lanjutnya.

Meski muncul dua kasus itu di NTB, namun tetap masalah kejiwaan yang paling banyak ditemukan adalah kasus-kasus kesehatan jiwa seperti schizophrenia, ansietas, dan depresi. Selain itu, banyak juga ditemukan kasus masyarakat yang mendiagnosis diri sendiri, atau “self diagnose”. Padahal, untuk menentukan permasalahan jiwa, harus melalui rangkaian pemeriksaan.

“Itu tetap menjadi diagnose terbanyak dari layanan kita, cuman sekarang sepertinya, mungkin karena media sosial ya, jadi itu gampang sekali mendiagnose diri sendiri. Self-diagnose itu banyak,” katanya.

Di samping itu, menyinggung soal tipe rumah sakit akibat adanya perubahan nama RS, saat ini RS Mutiara Sukma telah berstatus sebagai rumah sakit tipe B, artinya perubahan nama itu tidak mempengaruhi tipe RS. Perubahan tersebut sekaligus menjadi dasar dalam proses penguatan layanan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Nama rumah sakit sudah resmi berubah menjadi Rumah Sakit Mutiara Sukma. Perubahan nama ini sudah berjalan dan sudah digunakan, termasuk dalam berbagai publikasi,” jelasnya.

Meski demikian, Wiwin mengakui saat ini masih ada tahapan perizinan yang sedang berproses. Proses tersebut dilakukan agar seluruh aspek administrasi dan legalitas selaras dengan perubahan nama dan pengembangan layanan yang dilakukan.

“Perizinannya sedang kita urus. Perubahan nama sudah berjalan, namun untuk aspek perizinan tetap harus dilalui sesuai ketentuan. Jadi saat ini kita berjalan paralel, sambil terus mensosialisasikan perubahan tersebut,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO