Taliwang (Suara NTB) – Tahapan seleksi untuk pengisian dua jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah tuntas. Tim panitia seleksi sedang melakukan rekapitulasi hasil penilaian masing-masing peserta.
“Sementara kami masih melalukan rekap nilai semua peserta yang ikut seleksi,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Hairul, Selasa 30 Desember.
Hairul menjelaskan, pelaksanaan tes oleh Tim Pansel sebelumnya tidak digelar bersamaan. Anggota Tim Pansel perwakilan provinsi baru melakukan tes wawancara terhadap peserta setelah jadwal normal. Karenanya hasil wawancara perlu dilakukan rekapitulasi. “Tim yang dari provinsi baru melakukan wawancara setelah jadwal normal karena ada halangan. Dan itu dilakukan sendiri-sendiri oleh peserta,” urainya.
Hairul memastikan, tim akan menyegerakan proses rekapitulasi nilai peserta tersebut. Setelahnya kata dia, tim akan mengirimkan hasil dan laporan pelaksanaan seleksi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapat rekomendasi.
Hasil seleksi terbuka (Selter) tersebut, Hairul mengatakan, tim hanya mengirimkan tiga nama peserta yang masuk kategori tiga besar. “Jadi BKN akan melihat apa prosedur seleksi sudah benar dan tiga nama yang kita ajukan adalah mereka yang mendapat penilaian terbaik sampai peringkat ketiga,” urainya.
Melihat waktu dengan masa pensiun para pejabat yang jabatannya akan diisi lewat Selter kali ini, diakui Hairul sangat sempit waktunya. Mengingat kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Mulyadi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Amin Sudiono resmi mengakhiri masa jabatannya per 2 Januari 2026.
Namun demikian ia optimis, rekomendasi BKN terhadap hasil dan pelaksanaan Selter akan segera terbit sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan. “Kan proses pelaporan ke BKN lewat online. Jadi kalau selesai hari ini kita rekap hasilnya bisa langsung kita laporkan. Dan saya kira masih ada waktu BKN memeriksa dan menerbitkan rekomendasinya sebelum tanggal 2 Januari,” katanya.
Sementara itu ditanya mengenai apakah akan ada pergeseran jajaran eselon II di awal tahun bersamaan dengan pelantikan hasil Selter? Hairul mengatakan, hal tersebut menjadi kewenangan Bupati selaku Pejabat Pembinan Kepegawaian (PPK). Namun yang jelas kata dia, per 2 Januari 2026 ada jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa Barat yang lowong dan perlu segera diisi. “Ya nanti pergeserannya pengisian Asisten II itu siapa yang dipilih itu prerogatif Pak Bupati,” pungkasnya.(bug)



