Mataram (suarantb.com) – Beredar isu tiga nama bakal calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB definitif. Berdasarkan informasi tersebut, tiga nama itu sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mereka adalah Ahsanul Khalik, Abul Chair, dan Ahmad Saufi.
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Sekda NTB, Prof. Dr. Widodo mengaku pihaknya tidak mengetahui soal beredarnya informasi terkait tiga nama yang diusulkan ke BKN. Menurutnya, tugas Pansel hanya sampai pada tahapan penilaian penulisan makalah dan wawancara akhir. Selebihnya, termasuk dengan bobot setiap seleksi berada di BKN.
“Hasil penilaian elektronik tersebut langsung terintegrasi dan masuk ke sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah tahap penilaian makalah dan wawancara ini selesai, peran Pansel telah tuntas,” ujarnya, Jumat, 2 Desember 2025.
Dia melanjutkan, tahap selanjutnya termasuk validasi, verifikasi akhir, dan penentuan hasil seleksi berada di tangan BKN, sesuai dengan regulasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlaku.
Widodo memastikan, pihaknya begitupun tim pansel yang lain berkomitmen untuk selalu netral dan objektif dalam proses mencari figur terbaik untuk menduduki jabatan Sekda NTB. Untuk memastikan hal itu, seluruh proses input nilai oleh tim Pansel dilakukan secara elektronik melalui Google form.
“Setiap nilai yang diinput oleh anggota Pansel tercatat secara real-time. Data penilaian memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah secara sepihak,” terangnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno mengatakan belum ada informasi resmi soal hasil tiga calon Sekda NTB. Pansel, lanjutnya masih menunggu hasil Computer Assisted Test (CAT) yang sudah dilaksanakan di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Itu kita tunggu dan kita gabungkan dengan nilai rekam jejak sebelumnya, kemudian nanti ketua tim pansel bersama anggota rapat dan melaporkan kepada Gubernur tentang klasifikasi dan rangking masing-masing (calon),” katanya kemarin.
Menurutnya, ujian di BKN yang diikuti 10 calon Sekda NTB merupakan level lima atau level paling sulit. Dipastikan, pada tahapan tidak ada intervensi siapapun dalam penentuan hasilnya. Tes CAT mengukur kemampuan potensi dan kompetensi manajerial, serta sosial kultural dari para calon ‘dirigen’ birokrasi Pemerintah Provinsi NTB.
Para calon Sekda juga sudah mengikuti tes pembuatan makalah dan wawancara di Kantor BKD NTB secara bertahap.
Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekda NTB, Prof. Riduan Mas’ud membeberkan telah ada 10 nama yang mendaftar dan lulus administrasi. Rata-rata dari mereka merupakan pejabat internal di Provinsi NTB. Di antaranya yaitu Najamuddin Amy yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian NTB; Staff Ahli Bidang Sosial Masyarakat, Ahsanul Khalik.
Selanjutnya ada Kepala Dispora NTB, Wirawan Ahmad; Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi; Asisten I Setda NTB, Fathurrahman; Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Aidy Furqan; Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaluddin Malady; Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Ahmad Saufi; Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Abdul Chair; dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima, Taufik. (era)



