Giri Menang (suarantb.com) – Komisi III DPRD Lombok Barat menyoroti sejumlah proyek molor melampaui tahun anggaran 2025. Hal ini perlu jadi catatan dan bahan evaluasi bagi Pemkab dari sisi perencanaan serta kontraktor. Pemkab harus lebih selektif memilih kontraktor yang mengerjakan proyek.
Angota Komisi III DPRD Lobar, Lalu Irwan mengatakan bahwa kaitan dengan beberapa proyek yang telat pengerjaannya akhir tahun ini, pihaknya di komisi III dan Anggota Fraksi Partai Gerindra menilai Pemkab perlu melakukan evaluasi. Menurutnya lancar atau tidaknya pengerjaan proyek tergantung tiga hal yaitu perencanaan, kondisi alam, dan kaitan dengan rekanan atau kontraktor. “Jadi ketiga komponen ini harus survive, sempurna,” kata Irwan.
Menurutnya perlu memperhatikan perencanaan, karena terkadang ada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat infrastruktur. Menurutnya di Komisi III, alangkah baiknya jangan dilaksanakan di APBD Perubahan. Karena pekerjaan rumit, faktor cuaca pada akhir tahun, dan berkaitan dengan rekanan atau kontaktor. Menurutnya ada pekerjaan-pekerjaan yang waktunya cukup panjang, tapi tidak selesai atau molor. Contohnya jembatan di Gerung.
Masa pengerjaan jembatan ini waktunya panjang, karena dikerjakan di APBD murni. Namun pengerjaannya molor. “Artinya di situ ada kurang dari sisi kontraktor, dan ini jadi catatan bagi Pemkab, ketika nanti kontraktor-kontraktor yang dianggap kurang atau gagal, itu menjadi catatan,” tegasnya.
Harapannya ke depan, apapun bentuk pembangunan direncanakan sematang mungkin untuk menghindari proyek molor. Iwan menyayangkan adanya proyek molor ini, tapi ada mekanisme bagi proyek yang molor ini. Ada mekanisme sanksi denda bagi rekanan. “Ketika dia (proyek) telat ada konsekuensinya yang harus diterima oleh kontraktor, entah itu denda atau apalah namanya,” tegasnya.
Sejumlah proyek di Lombok Barat mengalami molor hingga melampaui akhir tahun 2025. Beberapa proyek ini terdiri dar Alun-alun, jalan, Jembatan dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, Lalu Ratnawi, ST., mengatakan,bahwa dari 12 proyek SPAM yang dibangun hampir semua rampung. Namun ada beberapa titik yang diperpanjang (pekerjaan) karena molor. Seperti di Senggigi Batulayar. Kemudian untuk proyek jalan, dari enam titik ada satu titik belum rampung yakni ruas Lendangre-Menjot Sekotong dilakukan perpanjangan waktu pengerjaan 50 hari kedepan.
Kemudian proyek jembatan ada satu titik yang diperpanjang yakni Belongas. Dan proyek alun-alun. (her)


