spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMKelola Sampah dengan Tertib

Kelola Sampah dengan Tertib

PEMERINTAH Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, mengimbau para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM yang membuka lapak di trotoar Jalan Adisucipto, tepatnya di depan Mario Swalayan hingga kawasan eks Bandara Selaparang, agar mengelola sampah dengan tertib dan tidak meninggalkannya di lokasi berjualan.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah timbulnya sampah berserakan yang dapat mengganggu kebersihan lingkungan, khususnya pada malam hari setelah aktivitas perdagangan selesai.

Lurah Pejarakan Karya, Mulhakim, mengatakan pihak kelurahan sebelumnya telah mengundang seluruh pedagang yang berjualan di wilayah tersebut ke kantor lurah untuk diberikan arahan terkait kebersihan dan ketertiban lingkungan.

“Jauh sebelumnya sudah kami kumpulkan semua pedagang. Kami minta data diri mereka, termasuk KTP, sekaligus mengingatkan agar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran atau kali,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Mulhakim menjelaskan, setiap pedagang diwajibkan menyediakan kantong plastik atau wadah sampah sendiri selama berjualan. Bahkan, sebagian pedagang sudah berlangganan jasa angkutan sampah untuk memastikan limbah dagangan mereka terkelola dengan baik.

Aktivitas pedagang kuliner di sepanjang Jalan Adisucipto tersebut umumnya berlangsung mulai pukul 18.00 Wita hingga sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah selesai berjualan, para pedagang diminta langsung membersihkan area lapak dan membawa pulang sisa sampahnya.

“Setelah mereka selesai jualan, dipastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Sampah langsung dibawa pulang. Makanya kalau sudah larut malam, lokasi itu relatif bersih,” jelasnya.

Selain kebersihan, pihak kelurahan juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Para pedagang diingatkan agar tidak membiarkan pengunjung atau pembeli memarkir kendaraan sembarangan di bahu jalan, karena dapat mengganggu arus lalu lintas dan memicu kemacetan.

Mulhakim menambahkan, jumlah lapak UMKM kuliner di kawasan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Awalnya, pedagang hanya berjejer di trotoar depan Mario Swalayan. Namun, kini aktivitas berdagang mulai meluas hingga ke arah bundaran patung pesawat di kawasan eks Bandara Selaparang.

“Kalau yang di sebelah utara jalan, depan eks bandara itu tergolong baru. Sebelumnya belum ada aktivitas pedagang di sana,” ungkapnya.

Pemerintah kelurahan berharap para pedagang dapat terus menjaga komitmen terhadap kebersihan dan ketertiban, sehingga keberadaan UMKM kuliner di kawasan tersebut tetap tertib, nyaman, dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO