spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaBIMABanjir Rendam Dua Desa di Palibelo, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Rendam Dua Desa di Palibelo, Puluhan Rumah Terendam

Bima (suarantb.com) – Hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima pada Selasa (6/1/2026) mengakibatkan banjir di Kecamatan Palibelo. Dua desa terdampak cukup parah yakni Desa Bre dan Desa Ragi. Air yang meluap mengakibatkan pemukiman warga terendam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi sejak pukul 13.30 Wita dan baru mereda sekitar pukul 17.00 Wita.

“Intensitas hujan cukup tinggi. Debit air dari gunung meningkat cepat sehingga drainase di beberapa titik tidak mampu menahan aliran air,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (7/1/2026).

Di Desa Bre, banjir terjadi sekitar pukul 15.40 Wita. Air meluap ke permukiman warga di RT 01 dan RT 02 dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter. Sebanyak dua unit rumah warga terdampak dan dua kepala keluarga dengan lima jiwa terdata terkena dampak langsung.

“Banjir ini berulang setiap hujan deras. Selain kapasitas drainase yang terbatas, banyak sampah tersangkut di jembatan sehingga aliran air terhambat,” sebutnya.

Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Desa Ragi. Banjir dengan ketinggian 20 hingga 70 sentimeter merendam sedikitnya 31 rumah warga yang dihuni 31 kepala keluarga atau 115 jiwa. Rumah terdampak tersebar di RT 01, RT 02, RT 07, dan RT 08.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan tanggul irigasi menuju lahan pertanian di RT 06 jebol sepanjang sekitar tujuh meter. Akses jalan lintas Palibelo di Desa Ragi turut tergenang lumpur sepanjang kurang lebih 75 meter, sehingga sempat memicu kemacetan kendaraan.

“Air bercampur lumpur menutup badan jalan. Meski sempat terjadi kemacetan, kondisi kini sudah kembali normal setelah air surut,” paparnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsian dalam peristiwa tersebut. Saat ini, warga bersama aparat desa melakukan pembersihan lumpur sisa banjir. “BPBD Kabupaten Bima masih mendata lengkap dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur umum,” tuturnya.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan camat, TNI-Polri serta dinas terkait untuk penanganan darurat. “Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Bima,” tandasnya. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO