spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURSekda Lotim Tawarkan Model "SIPETAS" untuk Penanganan Stunting yang Cepat dan Tuntas

Sekda Lotim Tawarkan Model “SIPETAS” untuk Penanganan Stunting yang Cepat dan Tuntas

Selong (suarantb.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H. M. Juani Taufik, menawarkan Sinergi Peran Tokoh Lokal dalam Akselerasi Penurunan Stunting yang disingkat “SIPETAS”. Model ini dinilai bisa sebagai solusi akseleratif dan komprehensif untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya. Harapannya, model ini masuk dalam dokumen perencanaan Lotim untuk menjawab kelemahan pendekatan selama ini yang dinilai masih bersifat proyek dan kurang implementatif.

Hal ini diungkapkannya dalam bedah disertasi doktoralnya yang berjudul “Model Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat”, yang digelar bersama Forum Jurnalis Lombok Timur (FJL) di Selong, Lombok Timur, Rabu (7/1/2026) malam lalu.

Menurut Sekda yang sedang menyelesaikan studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Ciputat Jakarta tersebut, isu stunting di Lotim masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan atensi khusus. Ia mengkritik bahwa model kebijakan penanganan stunting selama ini cenderung menggunakan pendekatan proyek, sehingga pemahaman tentang stunting hanya menyentuh level pemerintah dan tidak turun secara aplikatif ke lapangan.

“Pemahaman tentang stunting hanya ada di level pemerintahan, tidak secara lebih implementatif dan aplikatif di masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa kak Ofik tersebut.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) angka stunting di Lombok Timur mengalami kenaikan pada tahun 2025, dari sekitar 27 persen pada tahun 2023 menjadi 33 persen. Angka ini menempatkan Lotim tercatat masih berada di peringkat 9 dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Tidak hanya mengandalkan petugas kesehatan, tapi menjadikan tuan guru, tokoh adat, dan komunitas sebagai aktor utama.

Adapun langkahnya yakni yang pertama, komunikasi berbasis budaya dapat mengatasi kendala bahasa dan resistensi masyarakat di daerah terpencil melalui pendekatan yang lebih persuasif dan agamis.

Taofik mengungkapkan bahwa penanganan stunting selama ini terjebak pada pendekatan administratif dan prosedural (output), namun lemah pada dampak nyata di tingkat keluarga
Dalam paparannya, model SIPETAS yang dirumuskan Kandidat Doktor ini dirancang khusus untuk konteks Lombok Timur. Model ini merupakan sintesis dari beberapa pendekatan.

Pertama, Pendekatan Teoritis: Mengadopsi dan memodifikasi Teori Implementasi Kebijakan Edwards III (mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi) serta Simpson/TCU Program Change Model (tahap perubahan: kesadaran, persiapan, implementasi, evaluasi).

Kedua, Juaini Taofik juga mencoba memberikan annalisis Faktor Penghambat: Mengidentifikasi hambatan utama seperti ketidaksinkronan antar level pemerintahan, keterbatasan sumber daya, variasi komitmen implementasi, serta faktor kelembagaan.

Taofik juga menekankan pentingnya pemanfaatan data stunting secara tepat untuk intervensi yang lebih terfokus dan efektif.

Selanjutnya perlu .enempatkan dimensi sosial, budaya, dan kearifan lokal sebagai pengungkit utama keberlanjutan program. Hal ini diakui memiliki peran strategis namun selama ini belum terintegrasi secara sistematis.

Dia berharap model SIPETAS dapat menjadi panduan operasional yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanganan stunting memerlukan proses implementasi yang terukur, mengatasi kesenjangan pemahaman antar level, serta memanfaatkan kekuatan modal sosial komunitas.

“Dengan model ini, diharapkan implementasi kebijakan tidak lagi sekadar aktivitas administratif, tetapi menjadi kerja nyata yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kehadiran dan diskusi dengan para jurnalis Lotim diharapkan dapat membantu menyosialisasikan model ini sekaligus mengawal implementasinya, sehingga penanganan stunting di Lombok Timur dapat lebih cepat, tuntas, dan berbasis bukti. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO