spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAPDAM Lakukan Evaluasi, Program Sambung Kembali Water Meter Rendah

PDAM Lakukan Evaluasi, Program Sambung Kembali Water Meter Rendah

Tanjung (suarantb.com) – Program Sambung Kembali Water Meter secara gratis yang dijalankan selama satu bulan pada bulan Desember 2025 membuahkan hasil. Jumlah pelanggan yang mengajukan dan sudah diproses sebanyak 53 pelanggan. Angka tersebut belum dapat dikatakan tinggi, mengingat jumlah pelanggan pasif sampai September 2025 mencapai 4.230 pelanggan.

Direktur PDAM, Ramdhan Jayadi, melalui Manajer Hubungan Pelanggan, Malik Achmad, dan Manajer SPI, Raden Wahyu Darmajati, Jumat (9/1/2026) mengungkapkan, total pelanggan PDAM sampai dengan 30 September 2025 mencapai 27.326 sambungan. Jumlah tersebut mencakup pelanggan di lima kecamatan sampai dengan Gili Air, kecuali Gili Trawangan.
“Jumlah pelanggan aktif sebanyak 23.096 sambungan, dan pasif sebanyak 4.230 sambungan,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, program sambung kembali merupakan respons PDAM untuk menarik kembali layanan air bersih bagi warga. Melalui program ini, PDAM menggratiskan biaya denda pengaktifan sambung kembali dengan nominal beban bervariasi. Sebagaimana diatur oleh PDAM, beban aktivasi kembali berlaku sebesar Rp200 ribu untuk pemutusan kurang dari satu bulan, Rp300 ribu untuk pemutusan satu sampai dengan dua bulan, Rp400 ribu untuk pemutusan 2-3 bulan, Rp500 ribu untuk pemutusan 3-4 bulan, dan Rp1,5 juta untuk pemutusan lebih dari lima bulan.

Selama program ini, PDAM hanya menarik jumlah beban tunggakan air yang tidak dibayarkan oleh pelanggan sampai aksesnya dinyatakan diblokir oleh PDAM.

“Program sambung kembali, sudah banyak yang daftar lagi. Kita masih akan evaluasi lagi untuk selanjutnya diputuskan apakah akan diperpanjangan atau tidak pada tahun 2026 ini,” kata Malik.

“Tidak menutup kemungkinan kita akan lakukan pendekatan dor to dor, karena kemarin kendala kita terletak pada penyebarluasan informasi di pelanggan,” tambah Wahyu.

Wahyu dan Malik menilai adanya potensi perpanjangan sambung kembali. Selain karena adanya minat, pihaknya juga melihat jumlah tunggakan yang tidak dibayarkan oleh pelanggan tidak begitu besar.

Bahkan di beberapa pelanggan, pihaknya mendapati salah satu faktor penyebab putus akses karena rumah sudah lama tidak ditinggali. Setelah pemiliknya kembali, mereka dengan antusias mengajukan sambung kembali.

Selain evaluasi program sambung kembali gratis, PDAM juga akan mengevaluasi kebijakan pemutusan akses Water Meter kepada pelanggan dengan waktu yang lebih singkat menjadi dua bulan. Sebelumnya, eksekusi pemutusan WM berlaku untuk pelanggan yang menunggak mulai dari 3 bulan atau lebih.

“Itu juga kita evaluasi, dimungkinkan 60 hari tidak bayar, akan diputus langsung. Kalau sebelumnya, akses diputus setelah 90 hari tidak bayar,” ujarnya.

Manajemen PDAM mempersempit batas waktu pemutusan akses ini, tidak hanya sebagai upaya untuk menarik respons cepat pelanggan terhadap kewajibannya. Tetapi lebih dari itu, kebijakan ini semata-mata menyesuaikan dengan sistem transparansi dan akuntabilitas pembayaran yang berlaku secara digital (online).

“Kami menyesuaikan dengan sistem di Perbankan. Karena kalau lewat dari tiga bulan, pembayaran digital tidak bisa masuk sistem Bank,” demikian Malik. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO