Mataram (Suara NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram akan membahas rencana penerapan sekolah seharian penuh di lingkungan madrasah di Mataram. Tujuannya, untuk menyamakan persepsi antara madrasah dan Kemenag ihwal penerapan skema baru tersebut.
Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Jalaluddin pada Jumat, 9 Januari 2026 menyampaikan, pihaknya akan membahas kemungkinan implementasi skema “Fullday School” bersama kepala madrasah di Mataram.
“Nanti di rapat koordinasi itu apakah mereka semua menginginkan untuk belajar Fullday atau tidak, nah seperti apa langkah kita selanjutnya,” ujarnya.
Selain pihak madrasah, Kemenag Mataram juga akan meminta masukan dari orang tua siswa terkait skema sekolah seharian penuh ini. Hal ini diperlukan, untuk menyerap aspirasi mereka terhadap pelaksanaan aturan tersebut.
“Begitu juga terhadap wali murid yang ada di masing-masing madrasah nanti akan melakukan hal yang sama, duduk bersama dengan komite kalau memungkinkan diundang semua wali murid yang ada seperti apa tanggapannya,” jelas Jalaluddin.
Jalaluddin menyampaikan, setelah ada kesepakatan bersama dari pembahasan tersebut, Kemenag Kota Mataram akan melaporkan ke Kanwil Kemenag Provinsi NTB untuk ditindaklanjuti.
Jalaluddin menuturkan, penerapan sekolah seharian penuh ini juga sudah dilaksanakan oleh sejumlah madrasah di luar NTB.
“Nah apa dasarnya, apakah ada Surat Edaran (SE) atau semacam persetujuan, atau regulasi khusus yang sudah disetujui oleh pusat kami belum tahu informasinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pembahasan lebih lanjut terkait peluang penerapan skema sekolah seharian penuh di lingkungan madrasah ini perlu dilakukan, untuk memastikan madrasah siap menerapkannya. (sib)



