spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMTargetkan 122 Lubang Tempah Dedoro

Targetkan 122 Lubang Tempah Dedoro

PEMERINTAH Kecamatan Selaparang menargetkan pembangunan sebanyak 122 lubang Tempah Dedoro Organik pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dari sumbernya, menyusul kondisi darurat sampah akibat pembatasan ritase pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

Camat Selaparang, Mulya Hidayat, mengatakan program Tempah Dedoro akan diterapkan secara bertahap di sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Selaparang. Setiap kelurahan akan memiliki sejumlah titik lokasi, dengan total 61 titik di seluruh kecamatan. Di setiap titik akan dibangun dua lubang Tempah Dedoro.

“Jadi total se-Kecamatan Selaparang ada 122 lubang gembleng, karena 61 titik dikali dua. Lubang ini akan dibagi ke seluruh lingkungan di masing-masing kelurahan,” ujarnya, Minggu (11/1).

Menurut Hidayat, tahun 2026 menjadi tahap awal atau fase implementasi program secara lebih masif. Sebanyak 122 lubang yang direncanakan tersebut akan difungsikan sebagai proyek percontohan (pilot project) sebelum diperluas ke lebih banyak titik di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, konsep Tempah Dedoro telah diterapkan di Lingkungan Marong Karang Tatah, Kelurahan Karang Baru, dan dinilai cukup efektif dalam mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Ia menjelaskan, lubang Tempah Dedoro difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan daun kering. Setiap lubang dirancang dengan ukuran standar sekitar 80 x 100 sentimeter dengan kedalaman minimal satu meter. Namun, ukuran tersebut tetap fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing lingkungan.

Lebih lanjut, Hidayat menekankan bahwa keberhasilan program Tempah Dedoro sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pihak kecamatan akan melibatkan lurah, kepala lingkungan, RT, serta kader lingkungan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait pemilahan sampah organik dan pemanfaatan lubang Tempah Dedoro.

“Program ini tidak akan berjalan maksimal kalau hanya pemerintah yang bergerak. Kuncinya ada di kesadaran dan keterlibatan warga untuk memilah sampah dari rumah,” katanya.

Terkait dengan anggaran pembangunan, Hidayat mengaku belum dapat merinci besaran biaya per lubang maupun total alokasi anggaran yang disiapkan. Namun, ia memastikan Pemerintah Kecamatan Selaparang berkomitmen penuh agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Ini bagian dari upaya bersama menekan volume sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, agar beban TPS dan TPA bisa berkurang secara signifikan,” pungkasnya. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO