Praya (suarantb.com) – Kendati tahapan pemilihan umum (pemilu) masih jauh, kerja-kerja pengawasan tetap dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah (Loteng) dengan fokus pada penguatan dan perluasan kemitraan dengan lembaga pemantau pemilu. Hal ini guna mendorong optimalisasi pengawasan partisipatif sedini mungkin.
Harapannya, ketika memasuki tahapan pemilu yang sesungguhnya proses pengawasan dan pemantauan pemilu bisa lebih optimal. “Keberadaan lembaga pemantau pemilu merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan pemilu yang demokratis. Maka penguatan sinergi antara Bawaslu dan lembaga pemantau pemilu dalam mendorong pengawasan partisipatif di Loteng penting dilakukan,” ungkap Ketua Bawaslu Loteng Lalu Fauzan Hadi, dalam keterangnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia mengatakan, peran lembaga pemantau pemilu di Loteng sejauh ini dirasa belum belum berjalan secara optimal. Hal itu bisa dilihat dari masih lemahnya keterlibatan lembaga pemantau pemilu selama tahapan pemilu.
Karena itu, keterlibatan lembaga pemantau pemilu di daerah ini perlu untuk terus diperkuat agar pengawasan pemilu kedepannya tidak hanya bertumpu pada Bawaslu semata. Namun juga melibatkan masyarakat secara luas. Dengan begitu, pengawasan dalam setiap tahapan pemilu bisa lebih maksimal.
“Secara objektif harus kami sampaikan bahwa peran lembaga pemantau pemilu di Loteng selama ini belum begitu maksimal. Padahal, lembaga pemantau memiliki posisi strategis dalam membantu Bawaslu melakukan pengawasan partisipatif,” tegasnya.
Atas dasar itulah Bawaslu Loteng berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat di daerah ini. Tidak terkecuali dengan lembaga pemantau Pemilu, organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga komunitas sipil lainnya.
kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini. “Ke depan, kami berharap lembaga pemantau pemilu dapat lebih aktif, terstruktur, dan berkelanjutan dalam melakukan pemantauan. Sinergi ini penting agar pengawasan pemilu dapat berjalan efektif, transparan, dan berintegritas,” ujar Fauzan. (kir)


