Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram merencanakan penerapan kebijakan lima hari sekolah dengan skema sekolah sehari penuh (full day school). Kebijakan ini saat ini telah memasuki tahap uji coba di sejumlah sekolah dengan perubahan jadwal belajar dari enam hari menjadi lima hari, yakni Senin hingga Jumat.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengatakan kebijakan lima hari sekolah bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sekaligus memberikan waktu luang yang lebih berkualitas bagi guru dan siswa pada akhir pekan.
“Kami ingin ada quality time, waktu yang berkualitas antara orang tua dan anak. Mereka bisa liburan, jalan-jalan bersama, karena umumnya orang tua juga libur pada Sabtu dan Minggu,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Selain memberikan waktu bersama keluarga, Mohan menjelaskan kebijakan ini juga memberi kesempatan bagi para guru untuk beristirahat sekaligus menyiapkan materi pembelajaran dengan lebih matang. Waktu libur akhir pekan, kata dia, juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar tambahan jika dibutuhkan.
Menurutnya, hari libur tidak hanya diharapkan diisi dengan aktivitas bersama keluarga, tetapi juga dapat dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan nonakademik. Orang tua diharapkan berperan aktif mendorong anak-anak mengikuti kegiatan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Hari libur itu bisa diisi dengan kegiatan nonakademik, seperti olahraga, seni, atau aktivitas lain yang dapat mengasah bakat dan minat anak-anak,” pesannya.
Lebih lanjut, Mohan menilai kebijakan lima hari sekolah merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembentukan karakter siswa, termasuk nilai religius dan pembiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan. Meski demikian, ia menegaskan penerapan kebijakan ini masih dalam tahap uji coba dan akan terus dievaluasi.
Sebelumnya, pihaknya telah menyampaikan skema jam belajar pada sistem full day school. Untuk jenjang sekolah dasar (SD), kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.15 Wita hingga 15.00 Wita. Sementara untuk sekolah menengah pertama (SMP), jam belajar berlangsung dari pukul 07.15 Wita hingga 16.00 Wita.
“Ini masih uji coba. Kalau nanti hasilnya baik dan efektif, baru akan kita terapkan secara menyeluruh,” pungkasnya. (pan)


