spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATPemkab KSB akan Bangun Aplikasi Pengawasan Elpiji

Pemkab KSB akan Bangun Aplikasi Pengawasan Elpiji

Taliwang (suarantb.com) – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap tata niaga gas elpiji 3 kilogram, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan membangun sebuah aplikasi.

Aplikasi berbasis daring (online) tersebut nantinya akan menjadi alat koordinasi antara Pemkab KSB dengan Pertamina Patra Niaga dalam melaksanakan pengawasan bersama.

“Kita kan sudah punya Satgas elpiji 3 kg, jadi pertamina minta dilibatkan juga. Jadi untuk memudahkan koordinasi kita buatlah aplikasi itu,” terang Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman, Selasa (13/1/2026).

Lewat aplikasi yang dibangun itu, Dinas Koperindag KSB bersama Satgas elpiji 3 kg nantinya akan melaporkan semua temuan terkait penyalahgunaan tata niaga gas 3 kg di tingkat lapangan. Menurut Suryaman, lewat aplikasi tersebut Pertamina akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk secara langsung.

“Hasil tindak lanjut atas laporan kami juga akan disampaikan oleh Pertamina sebagai bukti lewat aplikasi itu,” katanya.

Tidak saja Pertamina, aplikasi juga dapat diakses oleh para agen penyalur. Agen yang diberi kewenangan melakukan tindaklanjut lapangan jika kasus penyelewengan terjadi di tingkat pangkalan diharuskan pula memberi laporannya melalui aplikasi tersebut secara real-time.

“Kalau yang bermasalah di agen maka Pertamina yang memberi sanksi. Tapi kalau oleh pangkalan maka agen yang bergerak. Nah kita bisa lihat lewat aplikasi itu semua tindaklanjut laporan kami temuan kami,” cetusnya.

Pembentukan aplikasi pengawasan dan pelaporan itu, dikatakan Suryaman semata-mata untuk mempercepat tindaklanjut laporan atas setiap praktik penyelewengan tata niaga dan distribusi gas subsidi itu. Ia mengungkap, selama ini banyak laporan yang disampaikan tidak ditindaklanjuti secara cepat oleh Pertamina, sehingga kasus serupa terjadi berulang di lapangan.

“Kalau sudah ada aplikasi itu, kami bisa tahu dengan cepat apakah Pertamina atau agen meninandaklanjuti laporan kami atau tidak,” ujarnya seraya menambahkan aplikasi itu akan segera dibangun oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Hari ini juga kami akan koordinasi dengan Kominfo. Sebab dalam pertemuan dengan Pertamina kemarin, kita target aplikasi itu sudah selesai dibuat dalam 2 minggu ke depan,” sambung mantan Kabag Prokopim KSB ini.

Sementara itu ditanya mengenai jumlah kuota gas 3 kg yang diperoleh KSB di tahun 2026 ini? Suryaman mengaku hingga kini belum ada SK resmi dari Kementerian ESDM terhadap jatah gas subsidi tersebut. Namun berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga, secara nasional alokasi gas 3 kg di tahun ini mengalami pengurangan sebesar 600ribu metrik ton (MT) dari kuota tahun sebelumnya secara nasional.

“Tahun lalu kuota nasional 8,7 MT sekarang turun jadi 8,1 MT secara nasional. Cuma berapa pengurangan dari penurunan itu oleh masing-masing daerah? SK-nya belum turun dari pusat,” imbuhnya. (bug)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO