spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATGubernur NTB dan Bupati Lobar Pastikan Percepat Pemulihan Banjir Sekotong

Gubernur NTB dan Bupati Lobar Pastikan Percepat Pemulihan Banjir Sekotong

Giri Menang (suarantb.com) – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran dan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini serta Wabup Hj. Nurul Adha turun ke lokasi bencana banjir di Desa Persiapan Pengantap Kecamatan Sekotong, Lobar, Rabu (14/1/2026). Kedua kepala daerah pun memastikan percepatan pemulihan pascabencana dengan mengerahkan logistik bantuan dan peralatan untuk membersihkan sisa lumpur yang menutup saluran dan rumah warga.

Gubernur bersama Bupati dan Anggota DPRD NTB Lalu Irwansyah Triadi serta anggota DPRD Lobar H. Abdul Majid, turun meninjau rumah-rumah penduduk dan fasilitas yang terdampak bencana banjir yang melanda Selasa (13/1/2026) malam. Mereka turun ke titik banjir terparah dan berdialog dengan warga terdampak untuk mendengar aspirasi warga.

Gubernur dan Bupati didampingi tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga mengecek sungai dan saluran irigasi yang menjadi salah satu pemicu Banjir. Gubernur meminta pada timnya dan BBWS untuk mengkaji seperti apa penanganan di lokasi.

Pantauan media, sejumlah titik di lokasi banjir masih tergenang air disertai lumpur. Terlihat jelas ketinggian banjir, dari sisa kotoran yang masih menempel di rumah warga. Halaman rumah warga dipenuhi lumpur setinggi kata kaki. Warga pun sulit membersihkan. Keluhan warga terdampak bencana, rumah dan perabotannya masih terendam air. Mereka kesulitan membersihkan rumah dari lumpur dan tidak ada peralatan masak akibat terbawa banjir.

Kepala Dusun Bengkang, H. Zohdi Akbar menyebut jumlah warga terdampak sebanyak 230 KK. “Semua rumah terendam, tumben ini terkena semuanya,” katanya.

Kerusakan dampak banjir ini, mengakibatkan lima rumah warga rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Satu rumah roboh total, empat rumah dan polindes tembok kelilingnya roboh. Selain rumah warga, ternak juga ikut hanyut, tetapi untungnya bisa diselamatkan. “Tapi kandangnya habis semua,” imbuhnya.

Saat ini kondisi rumah penduduk masih ada yang tergenang air dan ditutupi lumpur. Warga pun butuh bantuan untuk membersihkan rumah mereka. Barang lain yang hanyut oleh banjir seperti beras dan perabotan dapur juga hanyut, akibatnya warga tak bisa memasak. Pakaian warga juga tak luput dari sapuan banjir. Sumur- sumur warga juga tercemar banjir.

“Kebutuhan yang mendesak dibutuhkan warga, terutama air bersih, sembako, beras, makanan siap saji, selimut karena terendam semua ini. Dan kebutuhan anak balita juga,” ujarnya.

Menangani itu, pihak Pemkab telah menerjunkan tim BPBD dan Damkar untuk membantu warga. Untuk pelayanan kesehatan warga, Dinas Kesehatan dan puskesmas membuka layanan di masjid setempat. Warga pun berdatangan memeriksakan kesehatan.

Gubernur yang dikonfirmasi di sela-sela meninjau lokasi banjir bersama Bupati mengatakan akan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Untuk kebutuhan jangka pendek yang sangat dibutuhkan saat ini yaitu selimut, sembako dan sebagainya. “Ini sudah didrop dari kabupaten, provinsi, maupun Baznas Provinsi. Ini sudah kita identifikasi tadi,” ujarnya.

Kebutuhan jangka pendek warga juga adalah membersihkan drainase. Untuk membantu warga membersihkan lumpur dan drainase ini, pihaknya pun sepakat bersama Bupati menerjunkan alat berat. “Kita sepakat tadi sama Lombok Barat, semua peralatan kita datangkan termasuk eksavator kecil,” imbuh Gubernur.

Hasil diskusi dengan pihak desa, lanjut Gubernur, Kades yang akan memimpin pembersihan drainase-drainase ini. “Karena masih panjang ini hujannya,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga memanggil BWS untuk menerjunkan alat berat. Pihak BWS pun segera menurunkan eksavator untuk mengeruk sedimentasi drainase dan sungai. Kemudian hasil pengerukan sedimentasi itu diisi ke dalam karung sebagai tanggul dulu. “Karena problemnya itu ada di situ, utamanya di sungai sama di drainase,”imbuhnya.

Hal senada disampaikan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bahwa dalam hal penanganan dampak bencana jangka pendek ini, pihaknya melakukan pemulihan pascabencana. Prioritas penanganan jangka pendek adalah membersihkan saluran drianase.

Alat-alat berat secepatnya diturunkan ke lokasi untuk membersihkan selokan dan rumah penduduk dari lumpur. Ia berharap nanti kontribusi dari masyarakat untuk bersama-sama gotong royong. Sebab yang akan menerima dampak semuanya ini juga adalah masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, dari laporan yang diterima bahwa korban jiwa dampak bencana ini hanya satu orang. Sedangkan untuk korban kerusakan dan lainnya sedang didata. BPBD pun sudah berkoordinasi dengan Pemprov terkait bantuan penanganan. LAZ memastikan semua sudah bergerak. (her)

 

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO