Taliwang (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau warga, agar mewaspadai banjir yang disebabkan oleh limpasan air gunung.
Melihat fenomena di musim penghujan ini, BPBD KSB mencatat hampir seluruh kejadian banjir di sejumlah wilayah paling banyak disebabkan oleh air yang menerjang pemukiman warga berasal dari pegunungan. “Kasus banjir sejak Desember sampai awal Januari ini disebabkan semuanya karena air dari gunung,” sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Amrullah, Rabu (14/1/2026).
Meski banjir limpasan air gunung itu bersifat sementara. Amrullah mengatakan, warga tetap harus mewapadainya. Sebab aliran air yang datang secara tiba-tiba dengan arus kencang disertai material lumpur dan batuan dapat merusak fasilitas warga. “Jadi kalau lihat ada air yang mengarah dari gunung lakukan penyelamatan barang-barang agar tidak terseret saat airnya terus membesar,” sarannya.
Dalam catatan BPBD KSB sejak Desember hingga Jaunari ini, sudah beberapa kali banjir limpasan air gunung terjadi. Kejadian paling banyak melanda warga yang berada di sekitar gugusan pegunungan Lamusung di Kecamatan Taliwang hingga Seteluk.
Kejadian banjir paling besar sebelumnya melanda kecamatan Taliwang pada akhir Desember lalu. Saat itu banjir melanda beberapa kelurahan dan desa. Bahkan jalan lintas Poto Tano – Taliwang sempat lumpuh karena aliran air deras dari pegunungan Lamusung menutupi sejumlah titim badan jalan, dari depan RSUD Asy Syifa hingga ke Lingkungan Pakirum, Kelurahan Dalam.
Dikatakan Amrullah, warga yang bermukim di sepanjang kaki pegunungan Lamusung perlu terus meningkatkan kewaspadaannya. Saat hujan dengan intensitas tinggi, air dari gunung tersebut kerap meluap. “Masyarakat yang melitas di jalan sana kalau air mulai tinggi menggenang jangan paksakan kendaraannya, karena alirannya dari gunung sangat deras” imbaunya.
Selain mengimbau warga waspada dengan limpasan air gunung saat hujan. Amrullah juga menyebut agar berhati-hati dengan pohon tumbang. Dalam beberapa laporan yang diterimanya sejauh ini, insiden pohon tumbang juga terjadi saat hujan disertai angin kencang. “Pohon tumbang perlu juga diwapadai warga. Saran kami kalau hujan dan angin kencang lebih baik menuda perjalanan dulu,” tukasnya.
Sementara itu ditanya mengenai kondisi cuaca sepanjang Januari ini. Amrullah menyatakan, masih terhitung stabil. Intensitas hujan belum terjadi secara ekstrim meski secara teknis KSB sudah memasuki musim penghujan. “Tapi ini kita berbicara alam. Kondisi-kondisi ekstrim hingga berakibat bencana dapat sewaktu-waktu terhadi sehingga kami mengimbau warga untuk selalu ekstra waspada,” pungkasnya. (bug)


