Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan proyek pengerjaan jalan Batudulang- Tepak melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) terus dilakukan pemerintah. Bahkan saat ini sudah memasuki tahap penguatan tebing untuk keamanan.
“Alhamdulillah untuk pengeprasan tebing saat ini sudah sekitar 200 meter dan akan terus berlanjut dengan tetap melihat kondisi cuaca di tengah musim penghujan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kartawijaya, kepada wartawan, Rabu, 14 Januari 2026.
Suharmaji meyakinkan, pengeprasan tebing tersebut dilakukan karena memang kondisinya licin, sehingga perlu dilakukan penguatan. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan keamanan dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita lakukan pengerasan karena memang lokasinya rawan terjadi longsor sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dan keamanan pengerjaan bisa aman,” ucapnya.
Penanganan ruas Batudulang–Tepal merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Dari total panjang ruas sekitar 27 kilometer yang sudah ditangani baru 14,2 kilometer dan penanganan yang dilakukan saat ini (2026) sepanjang 8,1 kilometer.
“Jadi, secara total ruas jalan yang sudah ditangani dan akan sekitar 22,3 kilometer. Sisanya ada sekitar 5 kilometer masih dalam kondisi bagus aspalnya mulai dari Punik sampai akse Brang Petang yang dilaksanakan pada tahun 2023 lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan ruas jalan ini menjadi bagian dari sistem konektivitas wilayah selatan dengan total bentangan mencapai sekitar 93 kilometer. Jalan ini juga dirancang tembus dari Batudulang- Lenangguar, Lenangguar–Teladan, Teladan–Orong Telu, hingga Baturotok di Kecamatan Batulanteh, dalam skema pembangunan multiyears.
Adapun total anggaran nasional untuk IJD ini mencapai Rp2,8 triliun. Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh program ini dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 mencapai Rp91,7 miliar di tahap awal.
“Anggaran itu terdiri dari Rp88 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp2,9 miliar untuk konsultan dengan masa kontrak hingga 16 November 2026. Secara keseluruhan, total anggaran multiyears untuk ruas jalan wilayah selatan mencapai Rp385 miliar,” tukasnya. (ils)



