Giri Menang (suarantb.com) – Langkah cepat dilakukan Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Barat untuk pemulihan dampak bencana di wilayah Sekotong. Tak menunggu waktu lama, setelah Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati H. Lalu Ahmad Zaini turun ke lokasi, alat berat telah diterjunkan ke lokasi.
Ekskavator dikerahkan untuk menormalisasi saluran dedrainase dan sungai di titik lokasi banjir. Selain itu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lobar turun ke lokasi untuk investarisasi kerusakan dan gotong royong bersama masyarakat untuk menangani dampak bencana.
Pj. Kepala Desa Persiapan Pengantap Saidi mengatakan bahwa ekskavator sudah tiba di lokasi bencana. Alat berat pun sudah mulai dioperasikan untuk mengangkat sedimentasi saluran yang menutup aliran air. “Sudah datang alat beratnya, sekarang masih dipakai di Dusun Sap Baru,” kata Saidi, Kamis (15/1/2026). Kemungkinan alat berat yang berukuran besar dari BWS tiba Jumata (16/1/2026).
Ia mengatakan, alat ini diperlukan untuk pembukaan saluran-saluran yang tersumbat dan mengalami pendangkalan. Alat ini juga dikerahkan mengeruk sedimentasi sungai. Untuk mengurai aliran sungai itu, rencananya akan dibuat sodetan di bawah bukit yang di belakang pemukiman warga di Bengkang tepatnya di utara Masjid Baiturrahman supaya ada pembagian aliran air. Namun hal ini perlu disepakati bersama masyarakat dan pemilik lahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lobar, Lalu Ratnawi, S.T., mengatakan sesuai arahan Bupati, pihaknya melakukan sejumlah langkah penanganan dampak bencana di Sekotong.
“Arahan pak Bupati kami lakukan inventaris kerusakan infrastruktur akibat banjir untuk kami follow up ke Provinsi dan BBWS yang mempunyai kewenangan seperti jalan propinsi ruas Buwun Mas, dan normalisasi sungai yg kewenangan BBWS,” terangnya.
Data sementara kerusakan rumah dampak bencana, kategori rusak berat baru terverifikasi dua unit. Terkait kerugian dampak banjir ini, Pihaknya masih melakukan inventarisasi data secara menyeluruh bersama BPBD untuk infrastruktur lain seperti sekolah dan lainnya. Pihaknya sendiri menidaklanjuti arahan Pimpinan dengan mengirim alat berat untuk normalisasi sedimentasi sungai bersama BBWS dan Provinsi.
Alat berat dari PU dikerahkan untuk pembersihan atau normalisasi saluran drainase yang akut. Sebab sedimentasi ini salah satu memicu air tidak meluap ke rumah-rumah penduduk. Pihaknya juga membongkar saluran sumbatan drainase yang selama ini menghambat aliran air ke sungai. “Besok pagi kami turunkan alat berat, setelah koordinasi kadus dan BBWS,” imbuhnya.
Sebelum mengerahkan alat berat, pihaknya melakukan persiapan di lapangan berkoordinasi dengan Kadus terkait titik-titik area bencana untuk drop alat berat. Ia pun akan turun langsung besok pagi untuk memastikan normalisasi saluran berjalan lancar sehingga curah hujan yang masih berlangsung tidak menyebabkan banjir khususnya di titik-titik permukiman.
Pihaknya fokus pada penanganan jangka pendek dengan melakukan normalisasi sungai dan saluran drainase. Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Pihaknya segera berrsurat ke Gubernur untuk penanganan ruas jalan Buwun Mas yang sudah lama dijadikan usulan prioritas. “Agar jalan segera ditindak lanjuti (tangani) karena itu ruas jalan propinsi,”pungkasnya. (her)



