spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDikes Loteng Gelar Investigasi

Dikes Loteng Gelar Investigasi

DINAS Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah menggelar investasi khusus untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan murid di Desa Darmaji dan Muncan Kecamatan Kopang, akhir pekan kemarin.

Investasi digelar secara menyeluruh dengan melibatkan instansi terkait. Selama proses investigasi berlangsung semua operasional dapur MBG yang terkait dalam penyaluran MBG di wilayah terdampak untuk sementara waktu dihentikan atau ditutup.

“Pemerintah daerah akan menutup sementara SPPG (dapur MBG) yang terbukti bermasalah untuk dilakukan evaluasi kembali kelayakanya,” ujar Kepala Dikes Loteng Dr. H. Suardi, saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (18/1/2026).

Pascakasus dugaan keracunan MBG tersebut, pihaknya sudah melakukan upaya cepat. Dengan langsung memberikan penanangan medis kepada para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan MBG. Seluruh biaya yang ditimbulkan dari proses penanganan korban sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Penanganan awal keracunan MBG menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Di mana biaya pengobatan bagi korban seluruhnya gratis,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, Dikes Loteng juga akan memperketat pengawasan terhadap penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur-dapur MBG yang ada. Salah satunya dengan mewajib memiliki dapur MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Proses masak dan pemilihan bahan baku MBG juga akan dipantau ketat.

Koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada juga akan dilakukan. Guna membantu memantau makanan yang masuk ke sekolah. Sekaligus memastikan kelayakan konsumsinya.

Disinggung kemungkinan kasus tersebut bisa dibawah ke ranah hukum, Suardi mengatakan itu nantinya menjadi ranahnya aparat penegak hukum. “Kalau itu nanti dijawab sama APH,” terangnya.

Sebelumnya pada Sabtu (17/1/2026), puluhan murid SDN 1 Darmaji dan Mandrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin NW Lanji dilarikan ke Puskesmas Darmaji serta Muncan. Setelah mengalami mual dan muntah-muntah karena diduga keracunan. Penyebabnya diduga dari susu cair kotak yang disinyalir sudah kedaluwarsa.

Total ada sekitar 38 siswa yang jadi korban. Dengan sebagian besar di antaranya saat ini sudah diperbolehkan pulang. “Sampel makanan sudah diamankan untuk diselidiki,” imbuh Suardi. (kir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO