BUPATI Dompu, Bambang Firdaus, S.E., menyebut baru 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dompu. Itu artinya, baru sebagian kecil sasaran MBG yang menikmati program unggulan nasional.
Hal itu disampaikan Bupati saat meresmikan beroperasinya SPPG Rasabou Hu’u 2 yang menjadi mitra Yayasan Pandawa Garuda Nusantara, Kamis (15/1/2026) siang. “Tentu jumlah ini masih jauh dari cukup dalam melayani sasaran program MBG di Kabupaten Dompu,” kata Bambang.
Program MBG itu, sasarannya tidak hanya anak sekolah tingkat PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA sederajat. Tapi juga menyasar pada ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga lansia. “Kita sedang terus mendorong hadirnya SPPG, sehingga bisa melayani semua sasaran program MBG di Dompu,” katanya.
Bupati juga mengingatkan, kasus keracunan makanan karena MBG terjadi hanya segelintir. Namun kasus itu menjadi cibiran di media sosial. Kasus itu tidak boleh mengurangi semangat SPPG dalam menjalankan program MBG. Agar terhindari dari kasus keracunan, pastikan dalam pelayanan dilakukan secara disiplin terukur. Semua dijalankan sesuai SOP. “Disiplin dalam penyajian di dapur menjadi kunci agar terhindari dari sorotan masyarakat,” ujarnya mengingatkan.
Program MBG ini ditargetkan bisa memperbaiki gizi anak-anak, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan kuat. Sehingga bisa menekan kasus stunting dan mewujudkan generasi emas bagi Indonesia di tahun 2045.
Selain perbaikan gizi, MBG diharapkan dapat menggerakkan ekonomi Masyarakat melalui penyiapan rantai pasokan pakan. Karena kebutuhan bahan olahan SPPG diharapkan dipasok oleh bahan pangan yang ada di sekitar. Mulai dari beras, kebutuhan pangannya, bumbu dan lainnya.
SPPG juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Setiap SPPG, membutuhkan sekitar 50 orang pekerja. Namun di Kabupaten Dompu, SPPG baru 17 unit yang beroperasi, sehingga tidak banyak sasaran yang bisa dilayani. (ula)



