Giri Menang (suarantb.com) – Puluhan hektare lahan pesisir di Lombok Barat (Lobar) diduga tenggelam. Bibir pantai saat ini kian dekat dengan pemukiman penduduk. Bahkan, rumah-rumah warga rusak tergerus abrasi. Bila tak diantisipasi, daratan yang berada di pesisir terancam tenggelam.
Dusun Taman Induk, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, salah satu daerah yang terdampak parah. Kondisi daerah pesisir ini dibanding beberapa tahun silam memiliki lahan pantai yang luas. Lahan pesisir terhampar sehingga nelayan leluasa menambatkan perahu di lahan sepanjang pesisir pantai.
Jarak rumah dengan bibir pantai waktu itu sangat jauh, sehingga warga tak terlalu was-was ketika gelombang tinggi. Banjir rob pun terbilang jarang melanda wilayah pesisir itu.
Namun kini kondisinya jauh berbeda. Lahan pantai terkikis dan hilang akibat abrasi pantai. Per tahun diperkirakan lahan pesisir hilang terkikis abrasi. Diperparah dengan adanya aktivitas pembangkit listrik yang membuat dermaga di areal kawasan pantai dekat pembangkit itu. Jarak bibir pantai dengan penduduk nyaris tak ada.
Banjir rob pun seolah familiar bagi penduduk setempat. Bahkan ada rumah warga yang rusak diterpa gelombang tinggi dan banjir rob.
Kepala Desa Taman Ayu, M. Tajudin mengatakan, secara umum kawasan pantai di daerah itu terus terkikis sedikit demi sedikit. Dibanding beberapa tahun lalu, kawasan pantai masih luas. Namun, sekarang untuk tambatan perahu nelayan saja warga harus menumpang di lahan milik penduduk yang masih tersisa.
“Diperkirakan 26 hektare lahan pantai di sepanjang pantai sudah lenyap (hilang),” kata dia.
Untuk itu, langkah antisipasi harus dilakukan pihak terkait. Jika ini tidak diantisipasi serius, maka tidak saja rumah warga di pesisir habis tengelam dampak abrasi, tetapi objek vital negara seperti PLTU Jeranjang akan tenggelam. Termasuk pabrik semen yang ada di kawasan pesisir tersebut.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Cemara Desa Lembar Selatan. Kepala Dusun Cemara, Munawir, mengatakan bahwa kawasan pesisir di daerah itu terkikis hilang tergerus. “Ada yang terkikis (hilan), karena banjir rob terjadi tiga sampai empat kali, yang biasanya sekali setahun,” imbuhnya.
Bulan ini pun, kata Munawir, terjadi tiga kali banjir rob. Pihaknya berharap agar talud di kawasan pesisir itu ditinggikan dari yang ada saat ini.
Tak kalah parah di wilayah pesisir Dusun Pengawisan Desa Persiapan Pesisir Mas Kecamatan Sekotong. Di daerah ini,s sejumlah rumah warga rusak akibat diterjang gelombang tinggi. Akibatnya, beberapa warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Bahkan ada warga yang menjual lahannya, lantaran kondisi rumahnya berbahaya jika ditempati, dan warga khawatir cuaca ekstrem susulan.
Kepala Dusun Pengawisan, Sohbi menerangkan, hampir sebulan lebih warganya tedampak cuaca ekstrem, hingga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. “Ada beberapa rumah warga kami rusak, beberapa rusak parah. Dan satu KK terpaksa mengungsi karena tidak berani menempati rumahnya,” terang Sohbi, pekan kemarin.
Pihaknya berharap agar warganya yang terdampak segera dibantu Pemda. Tidak saja rumahnya, tetapi warga juga butuh bantuan pangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Pesisir Mas Rusdin mengatakan, rumah penduduk terdampak bencana belum ditangani. Namun tim BNPB sudah turun mengecek ke beberapa lokasi termasuk di Dusun Pengawisan dan Sungai Tembowong.
Kawasan ini menjadi daerah terdampak cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu, ombak tinggi ditambah angin kencang merusak rumah warga di pesisir setempat. “Khususnya di Dusun Pengawisan terdampak cukup parah, harapan kami kepada Pemda agar membantu warga yang rumahnya rusak,” harapnya.
Beberapa rumah rusak berat, temboknya ambruk butuh penanganan dari Pemda. Selain itu, warga butuh bantuan pangan, karena selama cuaca ekstrem mereka tidak bisa melaut. Pihaknya sudah bersurat ke OPD terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Ketahanan pangan, tetapi belum ada bantuan yang diberikan kepada warga. Pihaknya berharap agar warga yang rumahnya rusak dibantu oleh OPD maupun Baznas.
Sementara itu, Kalak BPBD Lobar, Sabidin mengatakan, pihaknya akan berupaya menindaklanjuti dengan mengkoordinasikan dengan OPD lainnya. (her)



