spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAPenanganan Sampah di Sumbawa Belum Maksimal

Penanganan Sampah di Sumbawa Belum Maksimal

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa, mengaku penanganan sampah yang dilakukan saat ini belum maksimal, mengingat total volume sampah yang mencapai 95.996,46 ton yang baru bisa ditangani hanya 54 persen.

“Baru 52.247,98 ton sampah yang bisa kita tangani atau 54 persen sementara sisanya belum bisa kita lakukan lantaran armada yang terbatas,” kata Kepala Dinas LH Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, kepada Suara NTB.

Produksi sampah di Sumbawa masih didominasi sampah orgnanik terutama sisa makanan. Bahkan sejak program makan bergizi gratis (MBG) dicanangkan pemerintah, volume sampah meningkat hingga 10-15 persen.

“Kita estimasikan masing-masing SPPG memproduksi makanan sekitar 3.000 per porsi maka produksi sampah organik harian bisa mencapai ratusan ribu ton per hari,” ujarnya.

Kondisi tersebut lanjut Pipin, mengakibatkan keberadaan tempat pembuangan akhir menjadi over kapasitas. Bahkan jika tidak pengolahan sampah usia TPA di Raberas, Kelurahan Seketeng, hanya bertahan sekitar 3 tahun.

“Dari perhitungan kemarin itu, luas landfill 1,2 hektare dengan ketinggian tumpukan sampah 5.000 meter kubik diprediksi hanya mampu bertahan selama 3 tahun saja,” tambahnya.

Pemerintah pun akan terus mendorong agar seluruh elemen tersebut bergerak sama-sama dalam mendorong penanganan sampah. Pemerintah juga menyiapkan rencana aksi berupa penyiapan regulasi (kebijakan pemerintah) untuk menekan produksi sampah harian.

“Yang paling penting bagaimana kita bisa mengimplementasikan Perda pengelolaan sampah yang sudah ditetapkan sebelumnya dan yang utama letaknya di penghasil (masyarakat),” jelasnya.

Target utama dari upaya tersebut yakni mendorong desa untuk bisa melakukan pengolahan sampah berbasis masyarakat. Jika masyarakat sudah mau mengurangi sampah secara mandiri minimal satu kilo per hari per rumah, maka dampaknya sangat besar dalam pengurangan sampah.

“Kalau kita bisa sama-sama melakukan pengurangan sampah secara mandiri, maka dampaknya sangat besar. Sehingga target yang sudah kita tetapkan bisa terealisasi dalam beberapa tahun kedepan,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO