Mataram (Suara NTB) – Pemerhati Pendidikan meminta jabatan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, segera berstatus definitif. Pasalnya, persoalan yang tengah dihadapi dunia pendidikan di NTB memerlukan pemimpin yang berstatus tetap dan tepat.
Pemerhati Pendidikan dari Universitas Mataram (Unram), Dr. Sirajul Hadi pekan kemarin menyampaikan, jabatan Kadis Dikpora perlu segera didefinitifkan.
Dengan adanya pejabat definitif, tugas dan fungsi Dikpora NTB, utamanya dalam pelayanan pendidikan dapat berjalan optimal dan maksimal.
“Sebaiknya segera didefinitifkan oleh Gubernur, untuk lebih memaksimalkan koordinasi dan memastikan program dinas pendidikan berjalan baik,” ujarnya.
Menurutnya, Dikpora NTB memiliki fungsi vital yakni, fungsi pelayanan dan sebagai wadah koordinasi strategis yang menyentuh pelayanan publik.
Oleh sebab itu, instrumen birokrasinya harus dipastikan berfungsi dan berjalan secara fungsional.
“Insyaallah NTB tidak kekurangan sumber daya untuk diberikan amanah,” jelas Sirajul.
Ia tak memungkiri, bahwa mesti ada syarat administratif dan syarat formil yang terpenuhi sesuai regulasi dalam rangka pengisian jabatan kepala dinas. Namun, pertimbangan kompetensi juga harus menjadi pertimbangan objektif.
Menurutnya, kebijakan dan regulasi pendidikan sangat dinamis, sehingga harus direspon secara tepat dan cepat. “Termasuk langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan disemua satuan pendidikan,” tandasnya.
Sementara itu, Plt. Kadis Dikpora NTB, Surya Bahari, beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa ia berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi dunia pendidikan di NTB.
“Semaksimal mungkin, semampu saya, saya harus berbuat. Komitmen saya semasih saya bisa dan mampu, saya akan lakukan,” tegasnya.
Surya Bahari menjelaskan, dirinya sudah bekerja di Dikpora NTB dalam kurun waktu 31 tahun. Perjalanan profesinya di Dikpora dimulai dari staf hingga Kabid. Dengan pengalaman tersebut, ia percaya dapat menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi pendidikan di NTB.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menanggapi masukan sejumlah pemerhati pendidikan yang meminta agar jabatan Kadis Dikpora NTB segera diisi pejabat definitif. Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian publik terhadap masa depan pendidikan di NTB.
“Terima kasih atas perhatian dari para pemerhati pendidikan. Ini sesungguhnya bentuk rasa memiliki terhadap masa depan anak-anak kita, dan menjadi energi bagi Pemerintah Provinsi NTB untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Aka.
Khalik menjelaskan, saat ini jabatan Kadis Dikpora masih dijabat pelaksana tugas,namun penunjukan Plt dilakukan melalui pertimbangan yang terukur, termasuk memperhitungkan aspek kemaslahatan dan kebutuhan organisasi. Pejabat yang bertugas dinilai memiliki latar belakang dan pengalaman yang relevan, antara lain karena sejak awal kariernya sebagai CPNS hingga jabatan struktural eselon IV dan III berada di lingkungan pendidikan serta pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Pemprov NTB juga mencermati berbagai tanggapan, pendapat, maupun kritik yang berkembang, mengingat dinamika sektor pendidikan memang tinggi dan menjadi perhatian banyak pihak. Terlebih setelah penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), perangkat daerah yang sebelumnya bernama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kini menjadi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
“Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Kepegawaian Daerah sedang mempercepat proses pelaksanaan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Kadis Dikpora dan beberapa perangkat daerah lainnya, termasuk sejumlah biro serta direktur dan wakil direktur rumah sakit,” jelas Aka sapaan akrabnya.
Seluruh pihak diminta untuk terus memberikan dukungan dan doa,agar proses seleksi berjalan lancar, sehingga Pemprov NTB dapat menghadirkan kepala dinas definitif yang tepat, profesional, dan memiliki kompetensi kuat untuk mengawal peningkatan mutu pendidikan di NTB. “Sekali lagi terima kasih kepada para pengamat, praktisi, politisi, dan pemerhati. Alhamdulillah Pemerintah Provinsi NTB tidak sendiri, karena banyak yang ikut mengawal pendidikan kita menuju arah yang lebih baik,” pungkas Aka. (sib)



