spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBJabatan Lowong 13 Kepala OPD Pemprov NTB Segera Dilelang, Pansel Sudah Terbentuk

Jabatan Lowong 13 Kepala OPD Pemprov NTB Segera Dilelang, Pansel Sudah Terbentuk

Mataram (suarantb.com) – Pengisian 13 jabatan lowong kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) segera dilaksanakan. Saat ini, Pemprov NTB telah membentuk tim panitia seleksi (Pansel) untuk mengisi sejumlah jabatan kosong eselon II di lingkup Pemprov tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, mengatakan pengesahan tim pansel tinggal menunggu tanda tangan gubernur. Dengan terbentuknya tim tersebut, dia memastikan seleksi bisa dimulai pekan ini, atau akhir Januari 2026 mendatang.

“Secepatnyalah. Mudah-mudahan minggu ini,” ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.

Menyinggung mengenai nama yang akan menjadi tim pansel, Faozal mengaku belum mengetahui secara pasti. Bisa saja, tim tetap diketuai oleh Riduan Mas’ud, selaku ketua pansel saat seleksi Sekda NTB definitif.

“Belum saya cek semua. Apakah Pak Ridwan itu lagi atau siapa. Tapi sudah terbentuk, tapi belum terupdate,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, juga mengatakan seleksi akan dibuka dalam waktu dekat. Pengisian jabatan kosong tersebut dilakukan dengan skema seleksi terbuka.

“Dalam waktu dekat ini akan membentuk panitia seleksi (Pansel) untuk menjaring pegawai terbaik mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya.

Ia membeberkan, seleksi terbuka kali ini akan dibagi dalam dua tim pansel. Masing-masing tim berjumlah lima orang. Alasan pansel dibagi menjadi dua tim karena jabatan yang akan dilelang cukup banyak, mencapai 13 jabatan, sehingga untuk mempercepat pengisian, pansel harus dua tim.

“Misalnya kalau satu posisi dilamar oleh empat pejabat, berarti ada puluhan yang mendaftar, sehingga perlu dibagi dua,” jelasnya

Ia memastikan pada awal tahun 2026 ini semua jabatan yang selama ini kosong sudah terisi, sehingga mesin birokrasi yang diharapkan bisa bekerja dengan baik. Setelah semua terisi, Pemerintah Provinsi NTB tidak lagi melakukan pengisian melalui Pansel jika ada jabatan yang lowong, tetapi akan menggunakan mekanisme manajamen talenta.

“Jadi nanti sudah bisa dilihat oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) akan knop untuk mencari calon suksesor, nanti tinggal melakukan pendalaman saja,” ungkapnya.

Saat ini, tersisa sekitar 13 jabatan eselon II yang belum memiliki kepala. Di antaranya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selanjutnya ada Kepala Dinas Kebudayaan; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah, Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan.

Ada juga Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan pada RSUD, Wakil Direktur Umum dan Operasional pada RSUD, Wakil Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian pada RSUD dan Wakil Direktur Pelayanan pada RSUD. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO