spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANHasil Uji Coba Jadi Pertimbangan Keberlanjutan Skema PLHS di Madrasah di Mataram

Hasil Uji Coba Jadi Pertimbangan Keberlanjutan Skema PLHS di Madrasah di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Penerapan uji coba Program Lima Hari Sekolah (PLHS) di lingkungan madrasah di Mataram, masih berjalan sesuai jadwal. Hasil uji coba ini akan menjadi dasar sebelum PLHS disahkan secara permanen oleh Pemerintah Kota Mataram.

Ketua KKM MTs Kota Mataram, H. Moh. Sahaluddin, Selasa, 20 Januari 2026 mengatakan, pelaksanaan uji coba ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana progres skema lima hari sekolah di madrasah.

“Tujuan uji coba yang sekarang ini untuk mengetahui seberapa efektif dan efisiennya fullday (school) ini,” ujarnya.

Dari hasil pantauannya sejak uji coba bergulir, Sahaluddin menyebut, respons masyarakat madrasah terhadap skema PLHS atau FDS terbilang positif.

“Sebagian besar teman-teman di MTs positif dan setuju (terhadap skema PLHS),” tuturnya.

Ia menegaskan, hasil uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan terkait keberlanjutan skema PLHS di lingkungan madrasah.

“Nah, seperti apa evaluasinya, seberapa efektif dan efisiennya, kan nanti penentunya di Pemerintah,” jelasnya.

PLHS sendiri telah diatur dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2017, di mana proses pembelajaran berlangsung selama lima hari (Senin-Jumat), dengan durasi belajar selama delapan jam per hari.

Salahuddin menilai skema ini selaras dengan jadwal orangtua yang bekerja di kantor, yakni lima hari kerja. Selain itu, dalam hal antar-jemput pun, skema ini juga dinilai efektif.

“Jadi sekaligus berangkat orangtuanya berangkat juga anaknya. Ketika mereka pulang bekerja, jadi sambil menjemput anaknya mereka juga sudah pulang kerja,” jelasnya.

Selain soal keselarasannya dengan jadwal kerja orangtua, PLHS ini menurut Salahuddin dapat menambah waktu istirahat siswa. Meski jam belajar setiap harinya bertambah, siswa dapat menikmati waktu libur (quality time) yang lebih panjang di Sabtu dan Minggu bersama keluarga.

“Quality time itu bisa bermanfaat untuk keluarga. Bagi guru, ada ruang waktu yang dipakai untuk mempersiapkan materi ajar di hari Senin,” kata Salahuddin.

Sementara itu, dalam pelaksanaan uji coba ini, sejumlah program rutin seperti pendistribusian MBG juga disesuaikan dengan skema PLHS.

Salahuddin yang juga Kepala MTs.N 1 Mataram itu menuturkan, jadwal MBG kini tidak lagi didistribusikan pada pagi hari, melainkan ke siang hari. Skema itu telah ia terapkan di madrasahnya.

“Idealnya itu memang habis zuhur (pendistribusian MBG), supaya ada sangu mereka saat belajar, kemudian ada tenaga mereka sampai pulang (sekolah),” tandas Salahuddin. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO