spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAPembangunan RSUD, Pemkab Sumbawa Masih Butuh Anggaran Rp300 Miliar

Pembangunan RSUD, Pemkab Sumbawa Masih Butuh Anggaran Rp300 Miliar

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa mengaku masih membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk menuntaskan pembangunan rumah sakit yang berada di Desa Sering, Kecamatan Unter Uwes.

“Pembangunan di RSUD Sering saat ini baru 37 persen, karena kita masih membutuhkan sembilan gedung lagi dari yang ada saat ini sekitar tiga gedung,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Ia melanjutkan, untuk pembangunan fisik di tahun anggaran 2026 sampai dengan saat ini,belum ada informasi lebih lanjut untuk proyek fisik di rumah sakit itu. Namun demikian, pihaknya sangat berharap agar setiap tahunnya ada dukungan anggaran dari pemerintah dalam menuntaskannya.

“Tahun 2026 kami belum dapat informasi ada atau tidaknya anggaran, pembangunan fisik tetapi kami berharap bisa dilanjutkan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia pun turut merincikan, yang sudah rampung pekerjaannya saat ini yakni pembangunan gedung C. Gedung H yang diperuntukkan untuk penanganan sakit jiwa juga sudah tuntas di akhir tahun 2025 sehingga pemerintah akan segera meresmikan penggunaannya.

“Gedung C akan kita gunakan sebagai KIA (kesehatan ibu dan Anak), tempat cathlab, obat, dan kegawatdaruratan (ICU, PICU, dan NICU) dan bangunannya sudah rampung termasuk gedung H,” ucapnya.

Kemudian gedung A progres pembangunannya baru seperempat jadi, karena bangunan tersebut harusnya dua lantai. Sementara untuk gedung E yang diperuntukkan bagi pasien rawat inap progres saat ini baru seperenam karena yang terbangun baru lantai satu saja.

“Gedung E sebenarnya harus panjang dan double, bangunan itu juga harus tiga lantai. Tapi kami khawatir jika pembangunan ini dilanjutkan, karena struktur bangunan bawah kontraktornya beda,” jelasnya.

Suharmaji pun meyakinkan, pembangunan rumah sakit ini tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus secera keseluruhan. Apalagi pembangunan rumah sakit ini harus saling terhubung mulai dari IGD, ruang pasien, poli dan keberadaan laboratoriumnya juga harus jelas.

“Jadi, bangunan rumah sakit itu harus inter connected hal itu sesuai dengan ketentuan salah satunya sirkulasi pasien harus se efektif mungkin dan tidak boleh beroperasi di dua tempat,” tambahnya.

Pemerintah pun akan terus berupaya memperjuangkan pembangunan rumah sakit tersebut. Salah satunya dengan melobi anggaran di pemerintah pusat,termasuk juga dengan melakukan komunikasi dengan pihak perbankan termasuk PT SMI atau kerja sama dengan badan usaha.

“Untuk rencana tersebut (peminjaman uang ke pihak perbankan) sedang kita kaji polanya seperti apa jangan sampai menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tambahnya.

Kendati ketersediaan gedung belum lengkap, pemerintah mengaku rumah sakit ini sudah bisa memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus melengkapi fasilitas dan sarana penunjang yang ada demi pelayanan terbaik ke masyarakat.

“Rumah sakit ini tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meski di tengah keterbatasan fasilitas gedung. Kami juga akan terus berikhtiar untuk melanjutkan pembangunan di RSUD Sering,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO