KONDISI cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Mataram selama sepekan terakhir, Pemerintah Kecamatan Sekarbela terus meningkatkan kewaspadaan dengan memantau wilayah permukiman pesisir. Pemantauan dilakukan mulai dari Kelurahan Tanjung Karang hingga Lingkungan Mapak, Kelurahan Jempong Baru.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah kecamatan bersama pemerintah kelurahan dan warga setempat menggelar gotong royong untuk memperkuat struktur tanggul darurat di kawasan pesisir Pantai Gading dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi dampak angin kencang yang berpotensi memicu gelombang pasang, banjir rob, dan abrasi pantai.
Camat Sekarbela, Arief Satriawan, mengatakan penguatan tanggul darurat merupakan langkah antisipatif yang rutin dilakukan di wilayah pesisir yang kerap terdampak cuaca ekstrem.
“Minggu kemarin kami bersama warga melakukan gotong royong untuk meninggikan tanggul. Ada beberapa bagian yang sebelumnya terkena hempasan ombak sehingga posisinya menurun,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Arief, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kondisi gelombang dan ombak laut saat ini masih relatif aman dan belum sampai menghempas ke daratan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di kawasan pantai selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Kami minta masyarakat sementara waktu membatasi aktivitas di pantai, seperti di Pantai Gading, Mapak, dan Loang Baloq, demi keselamatan,” katanya.
Terkait keberadaan lapak pedagang di kawasan Pantai Gading yang posisinya cukup dekat dengan bibir pantai, Arief menegaskan bahwa para pedagang telah diimbau agar meningkatkan kewaspadaan. Keberadaan lapak yang terlalu dekat dengan pantai dinilai berisiko, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
“Lapak yang sudah terlalu mendekati bibir pantai akan kami koordinasikan untuk ditertibkan. Ini semata-mata demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, Arief memastikan pihaknya terus memaksimalkan koordinasi dengan seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Sekarbela. Aparat kelurahan diminta tetap siaga dan aktif memantau wilayah masing-masing, khususnya daerah pesisir yang rawan terdampak gelombang pasang dan abrasi.
“Kami berharap dengan kesiapsiagaan bersama, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan masyarakat tetap aman,” pungkasnya. (pan)


