Sumbawa Besar (Suara NTB) – Mantan Bupati Sumbawa periode 2005–2015, Drs H Jamaluddin Malik meminta agar pemerintah daerah bisa menuntaskan persoalan konektivitas infrastruktur jalan yang masih menjadi catatan saat ini.
“Belum terkoneksinya akses jalan antardesa dan antarkecamatan masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu, 21 Januari 2026.
Pembangunan ekonomi tidak mungkin bergerak cepat tanpa dukungan infrastruktur jalan yang saling terhubung. Ia menegaskan, konektivitas wilayah merupakan kunci pemerataan pembangunan.
“Kalau jalan itu bagus, ibu kota kabupaten terkoneksi, kemudian ibu kota kecamatan dengan desa, dan desa antar desa itu nyambung, 50 persen kemiskinan akan hilang,” ujarnya.
Ia mencontohkan wilayah Kecamatan Lunyuk dan Ropang, selama akses jalan menuju kawasan tersebut belum memadai, masyarakat akan terus menanggung biaya ekonomi tinggi. Warga harus datang ke Kota Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang berdampak pada mahalnya harga barang di wilayah kecamatan.
“Kalau jalan ke Lunyuk dan Ropang sudah mulus, warga tidak perlu ke Sumbawa. Ketika harga barang tidak terlalu jauh berbeda, kemiskinan bisa ditekan,” katanya.
Selain infrastruktur, JM juga memberi penekanan serius pada kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengingatkan pemerintahan Jarot–Ansori, agar memastikan seluruh OPD bergerak seirama dengan visi kepala daerah.
“Pembangunan akan tersendat jika hanya Bupati dan Wakil Bupati yang bekerja keras, sementara OPD berjalan lambat. Sehingga OPD harus mengikuti geraknya Bupati,” tambahnya.
Kepala OPD harus bisa bekerja lebih keras dan tidak terjebak pada rutinitas semata. OPD dituntut kreatif dan inovatif, agar mampu mendukung dan menerjemahkan program Jarot–Ansori secara konkret di lapangan.
“Koneksi lintas pemerintahan menjadi modal penting untuk mendatangkan program dan anggaran pembangunan ke daerah. Jika kolaborasi tersebut terus diperkuat, ia optimistis pembangunan Sumbawa dapat berjalan lebih efektif,” tukasnya. (ils)



