spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDorong Penanganan Jangka Panjang

Dorong Penanganan Jangka Panjang

PEMERINTAH Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, berharap penanganan abrasi pantai di Lingkungan Bugis dapat menjadi skala prioritas pemerintah. Pasalnya, gelombang pasang setinggi sekitar lima meter yang disertai banjir rob menerjang kawasan tersebut dan merusak sejumlah rumah warga, sehingga dinilai sebagai kejadian terparah dibandingkan peristiwa serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Banjir rob dan abrasi tersebut terjadi di pesisir pantai Kampung Bugis pada Rabu malam (21/1/2026), mulai menjelang waktu Isya sekitar pukul 19.50 Wita hingga mencapai puncaknya pada pukul 23.30 Wita. Gelombang laut yang tinggi menyebabkan air laut meluap ke permukiman warga dan menggerus daratan di sepanjang pesisir.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan bencana banjir rob dan abrasi hampir setiap tahun melanda Lingkungan Bugis. Namun, kejadian pada tahun ini disebut paling parah karena dampaknya dirasakan hampir oleh seluruh warga yang bermukim di kawasan pesisir.

“Kalau setiap tahun memang terjadi, tetapi tahun ini yang paling parah. Hampir semua warga terdampak, terutama rumah-rumah yang berada paling dekat dengan bibir pantai mengalami kerusakan berat,” ujarnya, Kamis (22/1).

Menurut Rudy, kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penanganan abrasi tidak bisa lagi bersifat sementara. Ia menilai diperlukan langkah jangka panjang berupa pembangunan tanggul atau pemecah gelombang permanen untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang terus berulang.

“Mungkin kalau pemasangan pemecah gelombang permanen sepanjang sembilan kilometer belum bisa dilakukan sekaligus, kawasan Bintaro, khususnya Lingkungan Bugis, bisa diprioritaskan karena dampaknya paling parah,” katanya.

Ia mengingatkan, apabila tidak segera ditangani dengan solusi jangka panjang, wilayah pesisir Bintaro dikhawatirkan akan terus tergerus dan berpotensi tenggelam akibat gelombang pasang dan abrasi yang terjadi hampir setiap tahun.

Rudy juga mengungkapkan, dalam peristiwa banjir rob kali ini, jalan lingkungan yang menjadi akses penghubung antarwilayah sepanjang kurang lebih 200 meter mengalami amblas akibat tergerus air laut.

“Jalannya sudah habis tergerus. Kalau tidak segera ditangani, gelombang berikutnya pasti akan menyerang rumah-rumah warga yang berada di sebelah timur jalan tersebut,” ungkapnya.

Pemerintah kelurahan berharap adanya dukungan lintas instansi, baik dari pemerintah kota, provinsi, maupun pusat, agar penanganan abrasi di Lingkungan Bugis dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan demi keselamatan warga pesisir. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO