Mataram (suarantb.com) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengantongi sejumlah nama yang akan menjadi tim panitia seleksi (Pansel) 13 jabatan eselon II yang masih lowong hingga saat ini. Saat ini, usulan nama-nama yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB itu dalam tahap verifikasi dan identifikasi.
Kepala BKD NTB, Tri Budiprayitno mengatakan, pansel akan dibentuk dalam dua tim. Hal ini menyusul banyaknya jabatan yang dilelang. Pembentukan lebih dari satu tim pansel bertujuan agar proses seleksi berjalan lebih fokus dan cermat sesuai dengan karakteristik jabatan yang dilelang.
“Untuk 13 jabatan yang akan dilelang itu tidak oleh satu pansel, tapi lebih dari satu pansel,” ujarnya.
Komposisi pansel juga disesuaikan dengan bidang jabatan yang diseleksi. Untuk jabatan di sektor kesehatan, akan melibatkan unsur profesional sesuai dengan bidang tersebut. “Untuk jabatan direktur dan wadir di rumah sakit kita usulkan profesional dari bidang kesehatan,” ungkapnya.
Selain itu, unsur akademisi dan pejabat eselon II juga masuk dalam tim pansel yang diusulkan. Terkait jumlah tim, Pemprov mengusulkan dua pansel agar beban kerja terbagi merata.Ia menambahkan, pola dua tim pansel ini merupakan pendekatan baru, sehingga perlu penyesuaian dengan standar operasional prosedur yang berlaku di BKN. “Ini juga sebuah pola baru,” pungkasnya.
Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan pengesahan tim pansel tinggal menunggu tanda tangan gubernur. Dengan terbentuknya tim tersebut, dia memastikan seleksi bisa dimulai pekan ini, atau akhir Januari 2026 mendatang. “Secepatnya lah. Mudah-mudahan minggu ini,” katanya.
Menyinggung lebih lanjut mengenai nama yang akan menjadi tim pansel, Faozal mengaku belum mengetahui secara pasti. Bisa saja, tim tetap diketuai oleh Riduan Mas’ud, selaku ketua pansel saat seleksi Sekda NTB definitif.
“Belum saya cek semua. Apakah Pak Ridwan itu lagi atau siapa. Tapi sudah terbentuk, tapi belum terupdate,” jelasnya.
Saat ini, tersisa sekitar 13 jabatan eselon II yang belum memiliki pimpinan. Di antaranya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selanjutnya ada Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah, Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan.
Ada juga Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan pada RSUD Provinsi NTB, Wakil Direktur Umum dan Operasional pada RSUD Provinsi NTB, Wakil Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian pada RSUD Provinsi NTB dan Wakil Direktur Pelayanan pada RSUD Provinsi NTB. (era)


