SUNGAI Jangkuk yang melintasi wilayah Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, kembali meluap akibat tingginya debit air dari hulu serta intensitas hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir. Luapan sungai tersebut mengakibatkan tiga lingkungan terdampak dengan total 17 kartu keluarga (KK).
Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriady, mengatakan peristiwa luapan Sungai Jangkuk terjadi pada Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Air sungai yang naik ke permukiman warga tidak berlangsung lama dan mulai surut sekitar pukul 00.30 Wita.
“Lingkungan yang terdampak bertambah satu, yakni Lingkungan Kebun Bawak Barat. Jadi total ada tiga lingkungan yang terdampak dari kejadian sebelumnya,” ujar Bagus, Jumat, 23 Januari 2026.
Sebelumnya, pada Rabu (21/1/2026), dua lingkungan di Kelurahan Pejeruk lebih dulu terdampak luapan Sungai Jangkuk, yakni Lingkungan Kebon Jeruk dan Lingkungan Pejeruk Abian. Saat itu, air sungai meluap sekitar pukul 05.10 Wita dengan ketinggian mencapai kurang lebih 40 sentimeter atau setinggi bawah lutut orang dewasa.
Luapan air sungai tersebut merendam halaman rumah warga dan jalan lingkungan, serta menyisakan material berupa puing kayu, sampah, dan lumpur. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga sempat terganggu, terutama pada akses jalan lingkungan dan kebersihan permukiman.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Pejeruk berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram untuk melakukan pembersihan lumpur dan sisa material yang terbawa arus air sungai.
Bagus menyebutkan, dampak luapan air juga merendam sejumlah tempat tidur dan perabotan rumah tangga milik warga. Untuk penanganan awal, pihak kelurahan bersama masyarakat langsung melakukan evakuasi barang-barang warga ke tempat yang lebih aman.
“Penanganan awal langsung kami lakukan, terutama membantu warga menyelamatkan barang-barang yang terdampak air,” jelasnya.
Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2026, Pemerintah Kelurahan Pejeruk terus mengimbau warga melalui kepala lingkungan dan RT masing-masing. Imbauan difokuskan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap siaga dan mengantisipasi kemungkinan luapan susulan.
“Pada saat kejadian, kami juga langsung menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara masjid agar warga tetap waspada dan siap mengantisipasi jika air kembali naik,” pungkasnya. (pan)


