spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Tingkatkan Status Bencana Jadi Tanggap Darurat

Pemkot Mataram Tingkatkan Status Bencana Jadi Tanggap Darurat

 

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram meningkatkan status bencana dari siaga menjadi tanggap darurat. Peningkatan status kebencanaan karena sejumlah wilayah terdampak banjir dan gelombang pasang.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana menerangkan, pasca gelombang pasang menghantam pemukiman warga di Lingkungan Bugis dan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan pada, Rabu (21/1/2026). Seluruh pegawai di lingkup Pemkot Mataram dibantu TNI-Polri untuk membantu membersihkan kawasan yang terdampak. Skenario selanjutnya, warga yang terkena imbas gelombang pasang akan direlokasi. “Rumah warga yang rusak parah akan kita relokasi ke huntara,” terangnya ditemui pada, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama seminggu. Mohan mengatakan, gelombang pasang otomatis mengganggu perekonomian warga di Lingkungan Bugis dan Bintaro Jaya. “Otomatis nelayan tidak turun melaut kalau sudah kondisi begini,” terangnya.

Ia mencatat 18 unit rumah rusak parah dan ratusan warga terdampak. Orang nomor satu di Kota Mataram tidak menginginkan kejadian ini kembali terulang. Langkah jangka pendek dilakukan adalah membangun tanggul sementara dan membangun batu bolder.

Batu bolder ini dinilai efektif untuk mengurangi hempasan ombak ke pemukiman warga. Mitigasi jangka panjang lanjut Wali Kota, akan dibangun pemecah gelombang. Rencananya pemecah gelombang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai I Nusa Tenggara di tahun 2027. “Informasi kami terima dari BWS akan dibangun pemecah gelombang di tahun 2027,” ujarnya.

Kondisi cuaca belum kondusif serta mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut, Pemkot Mataram meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi tanggap darurat.

Wali Kota meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, untuk mengintervensi penanganan di kawasan pesisir Pantai Ampenan tersebut. “Iya, kita naikan statusnya menjadi tanggap bencana,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki mengatakan, status kebencanaan dinaikan dari siaga menjadi tanggap darurat. Tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari. Akan tetapi, pihaknya akan melihat perkembangan eskalasi bencana yang terjadi di Kota Mataram. “Kita tingkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat,” demikian kata dia. (cem)



IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO