Sumbawa Besar (suarantb.com) – Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh, H. Abdul Hakim mengaku membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar, untuk melakukan rehabilitasi jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM), karena kondisi saat ini banyak yang rusak.
“Jalur distribusi air kita yang eksis saat ini sepanjang 6 kilometer, sementara pipa distribusi kita di Kota Sumbawa dan sekitarnya sepanjang 120 kilometer dengan kondisi yang sudah berumur dan banyak yang bocor,” kata Abi Hakim kepada Suara NTB, kemarin.
Ia melanjutkan, untuk menggantikan pipa distribusi tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar. Kondisi pipa ini dinilai sudah saatnya untuk diganti. Tentu investasi tersebut tidak bisa diharapkan bisa kembali jika pembayaran tarif pelanggan ini tidak disesuaikan.
“Kalau kita mau hitung dengan dengan anggaran Rp200 miliar mungkin 30-40 tahun baru bisa balik modal dari investasi yang telah dilakukan pemerintah,” ucapnyam
Ia menyebutkan, selain melakukan rehabilitasi atas perbaikan jaringan distribusi kebutuhan anggaran ini juga dihajatkan untuk memperluas sistem jaringan air bersih di Sumbawa. Bahkan dengan kesiapan anggaran itu diharapkan bisa melalui masyarakat yang saat ini tinggal di kawasan Samota.
“Kalau kita masih menggunakan pipa induk yang ada saat ini, saya yakin tidak akan memberikan dampak apa-apa. Karena jika air ini masuk dengan keras maka akan merusak jaringan yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain rehabilitasi jaringan ini, pemerintah juga tengah mengupayakan SPAM Ai Ngelar bisa terealisasi. Jika dua proyek itu bisa terwujud, maka akan ada sekitar 4000 sambungan rumah yang akan terlayani apalagi banyak perumahan baru terutama di wilayah Samota yang muncul di Sumbawa.
“Keberadaan SPAM Ai Ngelar ini kita prediksi mampu menghasilkan air bersih berkapasitas 100 liter per detik. Itu artinya tidak akan ada lagi wilayah di Sumbawa yang mengalami krisis air,” tukasnya. (ils)


