Selong (suarantb.com) – Ribuan Siswa Lombok Timur (Lotim) tidak dapat dapat jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak akhir Desember 2025 hingga menjelang akhir Januari 2026 ini. Hal ini diduga akibat adanya kebijakan pegeseran sasaran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Para siswa yang sebelumnya dapat MBG, sangat disayangkan tidak dapat jatah lagi selama dua bulan terakhir ini.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Muhammad Nurul Wathoni ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026). Dia menyampaikan, tidak saja di sekolah-sekolah yang ada di pelosok-pelosok desa, sekolah yang ada di wilayah Kota Selong juga banyak melapor tidak dapat jatah makan MBG. Hal ini sangat disayangkannya.
Ia bersyukur penambahan dapur layanan MBG ini bertambah lebih banyak. Dengan demikian akan lebih banyak sasaran. Apalagi akan diberikan jatah juga kepada para guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Permintaan sejumlah pihak agar diimbau ada kegiatan makan bersama di semua satuan pendidikan siap akan ditindaklanjuti. Pengawasan ke depan siap akan lebih maksimal. “Nanti kita imbau agar digelar makan bersama. Tidak sendiri-sendiri makan,” pesannya.
Dituturkan Kadis Dikbud Lotim, pihaknya sudah menyampaikan hal ini ke Satgas MBG dan koordinator Wilayah MBG.
Koordinator Wilayah MBG, Agamawan sebelumnya menjaskan saat ini terdapat 213 dapur di Lotim yang sudah berjalan. Jumlah dapur di Lotim terus bertambah dan dipastikan akan memberikan pelayanan kepada semua sasaran. (rus)


