spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWALahan Pertanian di Sumbawa Terancam Gagal Panen

Lahan Pertanian di Sumbawa Terancam Gagal Panen

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, mencatat sedikitnya sekitar 0,50 are lahan padi yang terjang banjir di desa Labuhan Bontong dinyatakan gagal panen (puso).

“Dari 122 hektare yang terendam banjir, hanya 0,5 hektare saja yang puso. Kami juga masih melakukan pemantauan selama 5 hari kedepan di lokasi lainnya, ” kata Kadistan Ir. Ni Wayan Rusmawati, kepada Suara NTB, Senin (26/1/2026).

Wayan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima luas lahan padi yang terdampak banjir mencapai 42 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Dari jumlah tersebut hanya 0,5 hektare saja yang puso di Kecamatan Tarano pasca banjir.

“Sekitar 0,5 hektare itu baru ditanam padinya, sementara waktu kejadian terjadi di hari sehingga padi tersebut langsung tersapu oleh banjir,” ucapnya.

Ia merincikan, di Kecamatan Moyo Hilir ada sekitar 21 hektare, di Kecamatan Utan 15 hektare, Kecamatan Empang 15 hektare, Kecamatan Moyo Utara 4 hektare, dan Kecamatan Tarano 0,5 hektare. Sementara, untuk tanaman jagung hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat banjir kemarin.

“Jadi, dari 42 hektare tersebut 41,5 hektare sudah dinyatakan pulih dan 0,5 hektare dipastikan gagal panen. Kami juga masih terus melakukan pemantauan lebih lanjut dalam lima hari kedepan untuk memastikan kondisi terkini,” jelasnya.

Terhadap lahan yang dipastikan gagal panen tersebut, pemerintah sudah siapkan skema untuk memberikan bibit. Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk membantu meringankan beban petani akibat bencana banjir yang melanda masyarakat.

“Kami sudah siapkan bibit yang bisa dimanfaatkan oleh petani agar bisa melakukan penanaman kembali sehingga petani tidak semakin merugi,” tambahnya.

Pemerintah juga akan terus mendorong agar petani bisa mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP) yang masih minim peminat hingga saat ini. Hal itu dilakukan agar petani bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta per hektare nya jika terjadi gagal pangan

“Masih minim petani yang mengikuti program AUTP padahal manfaatnya sangat besar. Kami akan terus berupaya agar petani bisa mendaftar sebagai peserta AUTP, ” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO