spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMLingkungan Diminta Bangun 25 Tempah Dedoro

Lingkungan Diminta Bangun 25 Tempah Dedoro

 

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram meminta masing-masing lingkungan membangun minimal 25 tempah dedoro. Metode penanganan sampah ini dinilai efektif. Kelurahan diminta mencari sumber pembiayaan melalui pelibatan perusahaan daerah maupun swasta.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri ditemui pada, Selasa (27/1/2026) menerangkan, Pemkot Mataram ingin serius menangani permasalahan sampah di ibukota Provinsi NTB. Salah satu metode penanganan sampah yang memberikan nilai manfaat adalah, pengelolaan secara mandiri melalui konsep tempah dedoro di Lingkungan Marong, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang.

Konsep ini perlu diadopsi oleh lingkungan lainnya, sehingga kelompok kerja (Pokja) dibentuk dan organisasi perangkat daerah bertanggungjawab untuk masing-masing lingkungan. “Semua kelurahan membuat percontohan tempah dedoro. Nanti akan dibagi secara simultan, karena OPD memiliki daerah binaan untuk penanganan stunting dan itu kita akan padukan,” terang Sekda.

Instruksi Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana kata Sekda, menekankan satu lingkungan minimal membangun 25 tempah dedoro. Sumber pendanaan diminta organisasi perangkat daerah mencari pembiayaan melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta maupun perusahaan daerah. “Kita usahakan untuk kerja kolaborasi dengan BUMN dan BUMD maupun swasta,” jelasnya.

Ia mengatakan, tempah dedoro secara masif dilakukan di Kota Mataram. Pola penanganan sampah ini tidak hanya diperuntukan bagi lingkungan, melaikan perkantoran, sekolah, instansi di provinsi diminta membangun tempah dedoro. Satu institusi maupun sekolah hingga perguruan tinggi minimal membangun dua lubang tempah dedoro di masing-masing perkantoran.

“Kota Mataram telah membuat dan perkantoran lain belum ada, sehingga pokja kita minta mensosialisasikan ke masing-masing sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar dan perguruan pasar,” jelasnya.

Manfaat tempah dedoro dijelaskan Sekda, tidak hanya tempat membuang sampah, melainkan dapat menghasilkan pupuk. Pupuk organik bisa dipanen dua kali setahun.

Pihaknya mempersilahkan masyarakat membangun tempah dedoro secara mandiri. Mereka tidak perlu khawatir untuk proses pengangkutan apabila penuh. Pasalnya, pokja akan membantu mengangkut sampah yang dihasilkan. “Diameter tempah dedoro ini 50 centimeter dengan kedalaman 1,5-2,5 meter,” sebutnya.

Pemkot Mataram memastikan akan mengembangkan konsep penanganan sampah ini, sehingga akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar di APBD perubahan 2026. (cem)



RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO