spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBDOMPUBulog Ditargetkan Serap Gabah Petani Dompu–Bima hingga 24 Ribu Ton

Bulog Ditargetkan Serap Gabah Petani Dompu–Bima hingga 24 Ribu Ton

Dompu (suarantb.com) – Perum Bulog Cabang Bima yang membawahi wilayah Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima ditargetkan menyerap gabah petani hingga 24 ribu ton. Penyerapan gabah petani akan mempertahankan pola penyerapan seperti tahun 2025 dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp6.500 per kg untuk gabah kering panen.

Perum Bulog Bima melalui Humas, Sulbianti pada Selasa (27/1/2026) kemarin mengaku, sebagai Badan Urusan Logistik milik pemerintah masih tetap menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk penugasan dari negara untuk menyerap langsung gabah petani. Pada 2026 ini, Perum Bulog sudah mulai melakukan penyerapan. Secara nasional ditargetkan menyerap 4 juta ton setara beras.

“Kalau tahun ini target kami (Perum Bulog Cabang Bima) 24 ribu ton setara beras,” ungkapnya.

Harga gabah kering panen yang diserap Bulog masih dengan harga eceran tertinggi ketetapan pemerintah yaitu Rp6.500 per kg. Kendati menyerap gabah kering panen langsung ke petani, gabah yang diserap, bukan gabah panen muda, melainkan gabah yang sudah usia panen dan dimasukkan dalam karung.

Untuk Gabah Kering Giling (GKG), untuk sementara Bulog belum ada perintah penyerapan. Saat ini, pihaknya masih fokus pada penyerapan gabah kering panen. Terlebih saat ini, petani sedang masa tanam dan panen untuk padi yang ditanam periode Oktober–November 2025.

Kendati sudah mulai menyerap, petani di Kabupaten Dompu yang panen padinya mendapatkan harga untuk gabah kering panen antara Rp5.800 hingga Rp6.100 per kg. Informasi harga ini, berdasarkan data Petugas Informasi Pasar (PIP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu tanggal 26 Januari 2026.

Sementara untuk target luas tanam komoditi padi di Kabupaten Dompu di musim tanam ini, hingga musim tanam ketiga pada September 2026 seluas 37.707 hektare dan baru terealisasi 9.797 hektare. Untuk komoditi jagung ditargetkan seluas 66.447 hektare dan baru terealisasi 30.010 hektare.

“Ini kondisi hingga 31 Desember 2025 lalu. Musim tanam ini dimulai periode Oktober (awal musim hujan),” jelas Nurhidayah, SST., Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, Selasa (27/1/2026). (ula)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO