Taliwang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Tahun ini meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosia (BPJS) Kesehatan.
Penerimaan anugerah UHC tahun ini terasa spesial bagi Pemkab KSB. Sebab kategori yang diperolehnya sudah mencapai predikat utama atau yang tertinggi.
Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah yang menerima langsung pengharhaan itu, menyampaikan rasa gembiranya atas penghargaan yang telah diterima tersebut. “Alhamdulillah Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satu dari 75 Kabupaten yang mendapatkan penghargaan UHC Award kategori utama,” katanya usai menerima penghargaan itu di Jakarta, Selasa (17/1/2026).
Penghargaan UHC ini merupakan bukti dari keberpihakan pemerintah daerah dalam memastikan layanan BPJS kesehatan 100 persen bagi semua warga Sumbawa Barat. Selain itu, pemerintah memastikan pembiayaan gratis.
“Seperti yang disampaikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Marsyarakat UHC merupakan komitmen kuat pemda khususnya pada layanan kesehatan bagi masyarakat,” sebutnya.
Ke depan, lanjut Bupati komitmen Pemkab KSB ini akan terus dikuatkan. Dan salah satu upaya yang akan dijalankan adalah terwujudnya universal service. Artinya, semua layanan kesehatan di daerah dijalankan setara bagi seluruh masyarakat. “Tentu ini menjadi sebuah tantangan baru bagi kita. Tapi insyaallah pasti akan terus kita wujudkan layanan terbaik di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tandasnya.
Dalam pemberian penghargaan UHC Award itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyebutkan bahwa, penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini menjadi yang terbesar dan berkembang paling cepat di dunia. Dalam waktu hanya 10 tahun, Indonesia telah mampu mencapai predikat UHC. “Ini sebuah prestasi yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar berharap ke depan tidak ada pemerintah daerah yang predikat UHC-nya menurun, namun harus terus meningkat. “Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain, harus fokus tingkatkan kualitas layanan kesehatannya,” pinta Cak Imin.
Sebagai informasi, UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.(bug)


