PEMERINTAH Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembunuhan seorang ibu kandung dengan cara dibakar yang terjadi di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu. Peristiwa tragis tersebut menyita perhatian publik karena korban diketahui merupakan warga Lingkungan Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur.
Lurah Monjok Timur, Sumanto, mengatakan kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat, mengingat kasus kekerasan yang melibatkan hubungan orang tua dan anak kandung terbilang jarang terjadi dan sangat mengejutkan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kejadian seperti ini sangat jarang terjadi dan tentu mengejutkan masyarakat, khususnya warga Monjok Timur,” ujarnya, Rabu (28/1).
Menurut Sumanto, peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya edukasi sejak usia dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan penguatan karakter anak. Ia menilai lemahnya kontrol emosi dan nilai spiritual dapat berdampak pada perilaku menyimpang yang berujung pada tindakan kriminal.
“Penanaman nilai agama dan moral sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak mudah terjerumus ke hal-hal negatif yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” katanya.
Pasca-kejadian tersebut, pemerintah kelurahan bersama pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala lingkungan terus mengintensifkan pengamanan dan ketertiban umum di wilayah Monjok Timur. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, hingga saat ini rumah korban masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Di lokasi tersebut juga terlihat sejumlah karangan bunga dari keluarga, kerabat, dan warga sekitar sebagai bentuk belasungkawa atas peristiwa yang terjadi.
Sumanto menuturkan, pelaku yang merupakan anak kandung korban selama ini dikenal cukup baik oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, pelaku sebelumnya sempat aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial di tingkat kelurahan, termasuk organisasi kepemudaan Karang Taruna.
“Selama ini dia dikenal baik dan pernah aktif dalam kegiatan sosial. Tidak ada yang menyangka perbuatannya akan berujung pada tindakan sekejam ini,” ungkapnya.
Sementara itu, prosesi pemakaman jenazah korban telah dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudlatul Jannah, Lingkungan Bagirati, pada Rabu (28/1/2026) setelah pelaksanaan salat Dzuhur. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga sekitar.
Pemerintah kelurahan berharap peristiwa ini dapat menjadi momentum refleksi bersama bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan perhatian terhadap kondisi psikologis anggota keluarga di lingkungan masing-masing. (pan)


